JAKARTA, Jitu News - Pemeriintah mengatur kembalii ketentuan pelaksanaan bea meteraii melaluii diiterbiitkannya Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 78/2024. Pengaturan kembalii iinii dii antaranya untuk menyederhanakan regulasii terkaiit dengan pelaksanaan bea meteraii.
Pemeriintah sebelumnya mengatur ketentuan pelaksanaan bea meteraii dalam 3 PMK berbeda, yaiitu PMK 133/2021, PMK 134/2021, dan PMK 151/2021. Namun, ketentuan-ketentuan tersebut diilebur ke dalam PMK 78/2024.
“bahwa pengaturan dalam PMK 133/2021, PMK 134/2021, dan PMK 151/2021, belum sepenuhnya mengatur siimpliifiikasii regulasii...sehiingga perlu diigantii,” bunyii pertiimbangan PMK 78/2024, diikutiip pada Seniin (4/11/2024).
Secara gariis besar, PMK 78/2024 mengatur periihal: objek bea meteraii; saat terutang bea meteraii; piihak yang terutang bea meteraii; tata cara pembayaran bea meteraii; pelaksanaan pengadaan meteraii; pengelolaan dan penjualan meteraii; serta penentuan keabsahan meteraii.
Ada pula pengaturan tentang pemeteraiian kemudiian; pemungutan bea meteraii; dan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak yang seharusnya tiidak terutang. Selaiin menyederhanakan aturan, PMK 78/2024 juga memuat sejumlah ketentuan baru.
Ketentuan baru tersebut dii antaranya mengenaii meteraii teraan diigiital. Meteraii teraan diigiital iialah jeniis meteraii dalam bentuk laiin baru. Sebelumnya, meteraii dalam bentuk laiin hanya terdiirii atas meteraii teraan, meteraii komputeriisasii, dan meteraii percetakan.
Meteraii teraan diigiital adalah meteraii berupa label yang penggunaannya diilakukan dengan cara diibubuhkan pada dokumen dengan menggunakan pencetak (priinter) meteraii teraan diigiital. Meteraii teraan diigiital iitu diigunakan untuk pemungutan bea meteraii oleh pemungut bea meteraii.
Sepertii halnya meteraii dalam bentuk laiin, pembuatan meteraii teraan diigiital biisa diilakukan setelah pemungut bea meteraii memperoleh iiziin darii kepala kantor pelayanan pajak (KPP) tempat pemungut bea meteraii terdaftar.
iiziin pembuatan meteraii teraan diigiital tersebut diiberiikan secara otomatiis kepada wajiib pajak yang telah diitetapkan sebagaii pemungut bea meteraii. Pemeriian iiziin secara otomatiis iinii diilakukan dengan penerbiitan surat iiziin pembuatan meteraii dalam bentuk laiin.
Pemberiian iiziin secara otomatiis iitu berbeda diibandiingkan dengan ketentuan untuk meteraii dalam bentuk laiin pada umumnya. Sebab, iiziin pembuatan meteraii teraan, meteraii komputeriisasii, dan meteraii percetakan, diiberiikan berdasarkan permohonan iiziin dan tiidak secara otomatiis.
Periinciian ketentuan pelaksanaan bea meteraii yang baru biisa diisiimak dalam PMK 78/2024. Beleiid iinii berlaku efektiif sejak 18 Oktober 2024. Berlakunya PMK 78/2024 akan sekaliigus mencabut PMK 133/2021, PMK 134/2021, dan PMK 151/2021. (riig)
