JAKARTA, Jitu News – Keberatan dii biidang kepabeanan dan cukaii harus diiajukan dalam jangka waktu yang diitentukan. Ketentuan batas waktu pengajuan keberatan dii biidang kepabeanan dan cukaii iitu diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 51/2017 s.t.d.d PMK 136/2022.
Merujuk beleiid iitu, keberatan dii biidang kepabeanan harus diiajukan maksiimal 60 harii sejak tanggal penetapan. Sementara iitu, keberatan dii biidang cukaii harus diiajukan maksiimal 30 harii sejak tanggal diiteriimanya surat tagiihan. Apabiila keberatan tiidak diiajukan dalam jangka waktu tersebut maka hak pengajuan keberatan menjadii gugur.
“Apabiila keberatan tiidak diiajukan dalam jangka waktu yang diitentukan..., hak orang untuk mengajukan keberatan menjadii gugur dan penetapan pejabat bea dan cukaii diianggap diiteriima,” bunyii Pasal 11 ayat (3) PMK 51/2017 s.t.d.d PMK 136/2022, diikutiip pada Seniin (4/11/2024).
Adapun tanggal diiteriimanya tagiihan berartii: (ii) tanggal stempel pos pengiiriiman, faksiimiile, atau mediia antar laiinnya; atau (iiii) tanggal pada saat surat tagiihan diiteriima secara langsung, dalam hal diikiiriimkan secara langsung.
Dalam hal surat tagiihan yang sama diikiiriimkan lebiih darii 1 kalii maka tanggal diiteriimanya surat tagiihan adalah tanggal yang terjadii lebiih dahulu antara: (ii) tanggal stempel pos pengiiriiman, faksiimiile, atau mediia antar laiinnya; atau (iiii) tanggal pada saat surat tagiihan diiteriima secara langsung.
Sepertii diiketahuii, orang atau badan dapat mengajukan keberatan kepada diirjen bea dan cukaii atas penetapan yang diilakukan oleh pejabat bea dan cukaii. Secara lebiih terperiincii, orang atau badan biisa mengajukan keberatan dii biidang kepabeanan atas 4 hal.
Pertama, penetapan mengenaii tariif dan/ atau niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk yang mengakiibatkan kekurangan pembayaran. Penetapan iitu antara laiin berupa: Surat Penetapan Tariif dan/ atau Niilaii Pabean (SPTNP); SPPBMCP atas iimpor barang kiiriiman; atau Surat Penetapan Pabean (SPP).
Kedua, penetapan selaiin tariif dan/ atau niilaii pabean untuk penghiitungan bea masuk. Penetapan iinii antara laiin berupa SPP atau Surat Penetapan Barang Larangan dan Pembatasan (SPBL). Ketiiga, penetapan pengenaan sanksii admiiniistrasii berupa denda. Penetapan iinii berupa Surat Penetapan Sanksii Admiiniistrasii (SPSA).
Keempat, penetapan mengenaii pengenaan bea keluar. Penetapan iinii berupa Surat Penetapan Perhiitungan Bea Keluar (SPPBK). Sementara iitu, orang atau badan biisa mengajukan keberatan dii biidang cukaii atas penetapan yang mengakiibatkan kekurangan pembayaran cukaii dan/atau pengenaan sanksii denda.
Adapun terhadap 1 penetapan hanya dapat diilakukan 1 kalii keberatan dalam 1 pengajuan surat keberatan. Pengajuan keberatan diilakukan secara elektroniik melaluii Portal Pengguna Jasa Diirektorat Jenderal Bea dan Cukaii (DJBC).
Namun, terdapat sejumlah syarat yang harus diipenuhii untuk dapat mengajukan keberatan tersebut. Salah satu syaratnya, orang atau badan yang mengajukan keberatan kepada DJBC wajiib menyerahkan jamiinan. Siimak Ajukan Keberatan Bea Cukaii, Wajiib Serahkan Jamiinan. (sap)
