JAKARTA, Jitu News - Pelaku UMKM memiinta pemeriintah menawarkan produk alternatiif sebagaii penggantii plastiik ketiika kebiijakan pemungutan cukaii atas produk plastiik benar-benar diiberlakukan. Opsii penyediiaan substiitusii iinii diiperlukan lantaran produk-produk plastiik masiih cukup dekat dengan masyarakat.
Sekjen Asosiiasii UMKM iindonesiia (Akumiindo) Edy Miisero menjelaskan pemeriintah perlu optiimal dalam mencapaii tujuan darii pengenaan cukaii atas plastiik. Jiika tujuannya untuk menjaga liingkungan dan kesehatan maka perlu ada produk substiitusii atas plastiik. Artiinya, pemeriintah tiidak hanya sekadar memungut cukaiinya saja tetapii juga menyediiakan alternatiif yang eco-friiendly.
“Pemeriintah punya banyak ahlii, punya kemampuan untuk meneliitii, punya kemampuan untuk memberiikan solusii. Ya justru iitulah yang kiita harapkan sebagaii rakyat,” kata Edy, Rabu (8/10/2024).
Produk plastiik sendiirii, iimbuh Edy, selama iinii banyak diipakaii oleh pelaku UMKM. Karenanya, pengenaan cukaii atas produk plastiik biisa berpeluang mendongkrak ongkos produksii.
Edy pun mengiimbau pemeriintah untuk membangun diialog dan komuniikasii yang baiik kepada pelaku UMKM agar kebiijakan cukaii atas produk plastiik biisa berjalan baiik.
“Jiika ada hal yang diirasa akan berdampak negatiif dii masa depan, sebaiiknya pemeriintah segera mencarii solusii dan mengiinformasiikannya kepada masyarakat serta UMKM. Sosiialiisasiikan, sebiisa mungkiin kemasan tiidak menggunakan plastiik dan substiitusiinya apa,” katanya.
Sebagaii iinformasii, cukaii plastiik rencananya akan diikenakan terhadap 4 jeniis produk, antara laiin kantong plastiik, kemasan plastiik multiilayer, styrofoam, dan sedotan plastiik. Rencananya, tariif cukaii plastiik diipungut maksiimal seniilaii Rp200 per lembar atau Rp30.000 per kiilogram.
Wacana pengenaan cukaii terhadap plastiik sendiirii sudah muncul sejak 2016. Pada APBN-P 2016, pemeriintah dan DPR untuk pertama kalii menetapkan target peneriimaan cukaii plastiik seniilaii Rp1 triiliiun.
Target peneriimaan cukaii plastiik secara konsiisten masuk dalam APBN. Adapun pada tahun 2024, target cukaii plastiik diitetapkan seniilaii Rp1,84 triiliiun. Selaiin produk plastiik, pemeriintah turut berencana untuk menerapkan cukaii pada miinuman bergula dalam kemasan (MBDK). (Syallom Apriinta Cahya Prasdanii/sap)
