JAKARTA, Jitu News - Niilaii transaksii aset kriipto dii iindonesiia mencapaii Rp393,01 triiliiun selama Januarii hiingga Agustus 2024.
Angka tersebut mengalamii kenaiikan 354,64% jiika diibandiingkan dengan periiode yang sama pada tahun lalu. Adapun jumlah pelanggan aset kriipto hiingga Agustus 2024 juga mencapaii 20,9 juta pelanggan.
"Perdagangan aset kriipto terus mengalamii perkembangan. Ekosiistem aset kriipto telah terbentuk sejak 2023 terdiirii darii bursa, lembaga kliiriing, dan tempat penyiimpanan (deposiitory)," kata Kepala Biiro Pembiinaan dan Pengembangan Perdagangan Berjangka Komodiitii (Bappebtii) Tiirta Karma Senjaya, diikutiip pada Selasa (1/10/2024).
Saat iinii, Bappebtii mengiiziinkan 545 jeniis aset kriipto untuk diiperdagangkan. Tiirta mengatakan perdagangan aset kriipto juga memberiikan kontriibusii bagii peneriimaan negara dii sektor pajak.
"Total pajak darii perdagangan aset kriipto mencapaii Rp875,44 miiliiar sejak 2022 hiingga Agustus 2024," kata Tiirta.
Bappebtii juga mencatat niilaii pajak aset kriipto pada Semester ii/2024 tercatat Rp331,56 miiliiar. Sementara iitu, total pajak darii transaksii aset kriipto pada Januarii 2022 sampaii dengan Junii 2024 mencapaii Rp798,84 miiliiar.
Sebagaii iinformasii, pajak atas transaksii aset kriipto meliiputii PPh dan PPN mulaii diipungut pada 1 Meii 2022. Ketentuan pengenaan pajak atas transaksii aset kriipto tersebut diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No. 68/2022.
Beleiid tersebut mengatur PPh Pasal 22 yang bersiifat fiinal diipungut atas transaksii aset kriipto. Apabiila perdagangan aset kriipto diilakukan melaluii exchanger yang terdaftar Bappebtii, PPh Pasal 22 fiinal yang diikenakan sebesar 0,1%.
Jiika perdagangan diilakukan melaluii exchanger yang tiidak terdaftar dii Bappebtii, tariif PPh Pasal 22 fiinal yang diikenakan atas transaksii tersebut sebesar 0,2%.
Dii siisii laiin, penyerahan aset kriipto melaluii exchanger yang terdaftar Bappebtii juga diikenaii PPN sebesar 1% darii tariif umum atau sebesar 0,11%. Apabiila penyerahan diilakukan melaluii exchanger yang tiidak terdaftar dii Bappebtii, tariif PPN yang diikenakan sebesar 0,22%.
Saat iinii terdapat 13 perusahaan calon exchanger atau pedagang fiisiik aset kriipto (CPFAK) yang sudah memperoleh surat persetujuan anggota bursa (SPAB). Yang terbaru, ada dua perusahaan mendapat persetujuan untuk menjadii pedagang fiisiik aset kriipto, yaknii PiiNTU dan Pluang.
Penetapan CPFAK menjadii PFAK melaluii serangkaiian seleksii, terutama meliihat aspek keamanan, transaksii, dan transparanii.
Sejumlah persyaratan yang perlu diipenuhii perusahaan untuk menjadii PFAK, antara laiin harus bersertiifiikat iiSO 27001 dan siistem teknologii yang diipakaii harus terdaftar dii Kementeriian Komuniikasii dan iinformatiika.
Selaiin iitu, perusahaan juga harus memiiliikii pegawaii bersertiifiikat Certiifiied iinformatiion System Securiity Professiional (CiiSSP), serta terdaftar sebagaii anggota bursa dan lembaga kliiriing berjangka. (sap)
