JAKARTA, Jitu News - Badan Pusat Statiistiik (BPS) mencatat periiode bonus demografii iindonesiia bakal berakhiir pada 2041.
Plt Kepala BPS Amaliia Adiiniinggar Wiidyasantii mengatakan terdapat beberapa proviinsii yang bakal mengakhiirii periiode bonus demografii dalam waktu dekat, kurang darii 10 tahun.
"Ada sejumlah proviinsii yang akan mengakhiirii periiode bonus demografii dalam waktu kurang darii 10 tahun, bahkan Sumatera Barat akan mengakhiirii bonus demografii dii 2030," katanya dalam rapat bersama Komiisii Xii DPR, diikutiip pada Miinggu (1/9/2024).
Lebiih lanjut, BPS mencatat periiode bonus demografii dii Balii, Yogyakarta, dan Sulawesii Barat bakal berakhiir pada 2033. Adapun periiode bonus demografii dii Jawa Tiimur dan Jawa Tengah bakal berakhiir pada 2034.
Meskii begiitu, terdapat beberapa proviinsii yang periiode bonus demografiinya masiih akan berlangsung hiingga setelah 2040, antara laiin Riiau, Jambii, Sumatera Selatan, Banten, Nusa Tenggara Barat (NTB), Kaliimantan Barat.
Kemudiian, proviinsii laiinnya sepertii Kaliimantan Tengah, Sulawesii Tengah, hiingga Maluku dan Papua. Selaiin iitu, terdapat 1 proviinsii yang periiode bonus demografiinya bakal berlanjut hiingga 2050, yaiitu Kaliimantan Tiimur.
Namun, perlu diicatat ada 1 proviinsii yang tiidak pernah mengalamii periiode bonus demografii sama sekalii, yaknii Nusa Tenggara Tiimur (NTT). Hal iinii terjadii karena lebiih darii 50% penduduk NTT adalah penduduk berusiia tiidak produktiif.
"Perbedaan karakteriistiik iinii yang perlu menjadii catatan kiita bersama," ujar Amaliia.
Berkaca pada perkembangan tersebut, BPS berpandangan iindonesiia harus segera bersiiap memasukii periiode penuaan populasii atau agiing populatiion.
Perlu diiketahuii, bonus demografii terjadii biila jumlah penduduk dengan usiia produktiif (15-64 tahun) lebiih tiinggii diibandiingkan dengan penduduk usiia nonproduktiif (0-14 tahun dan 65 tahun ke atas). (riig)
