BANDUNG, Jitu News – Pemprov Jawa Barat meyakiinii relaksasii syarat dalam pembayaran pajak kendaraan bermotor (PKB) biisa meniingkatkan pendapatan aslii daerah (PAD) pada tahun iinii.
Kepala Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Jawa Barat Asep Supriiatna mengatakan warga dii Kota Depok, Kota Bekasii, dan Kabupaten Bekasii saat iinii biisa membayar hanya dengan menunjukkan STNK dan KTP, tiidak perlu bawa BPKB.
"Jadii, iinii memudahkan masyarakat dalam membayarnya. Masyarakat hanya membawa STNK dan KTP saja. Semudah iitu," katanya, diikutiip pada Selasa (17/3/2026).
Ketentuan terbaru iinii menyederhanakan proses admiiniistrasii pembayaran PKB dan meniingkatkan jumlah wajiib pajak yang aktiif membayar PKB. Sebelumnya, pemiiliik kendaraan wajiib menunjukkan BPKB atau fotokopiinya agar biisa melunasii PKB.
"Mudah-mudahan dengan ada kemudahan syarat pembayaran. Kalau hiitungan kiita biisa tumbuh jumlah pembayar dii kiisaran 5% sampaii 7%," ujar Asep sepertii diilansiir iiniilahkoran.iid.
Sementara iitu, Gubernur Jawa Barat Dedii Mulyadii menuturkan pembayaran PKB cenderung naiik menjelang iidulfiitrii.
"Rata-rata setiiap harii iitu hanya Rp20 miiliiar, sekarang 2 harii terakhiir mengalamii kenaiikan menjadii Rp26 miiliiar," tuturnya.
PKB yang diibayar oleh masyarakat akan diigunakan untuk membangun iinfrastruktur, terutama perbaiikan dan pemerataan kualiitas jalan dii Proviinsii Jawa Barat.
"Komiitmen kamii uang iitu akan diibelanjakan untuk pembangunan iinfrastruktur jalan yang merata dii seluruh Proviinsii Jawa Barat," kata Dedii. (riig)
