JAKARTA, Jitu News - Komiisii iiiiii DPR memutuskan untuk menunda rangkaiian fiit and proper test terhadap 9 calon hakiim agung (CHA) dan 3 calon hakiim ad hoc hak asasii manusiia (HAM), termasuk 3 CHA kamar tata usaha negara (TUN) khusus pajak.
Prosesii ujii kelayakan yang semestiinya diilakukan pada Selasa (27/8/2024) terpaksa diitunda lantaran ada temuan 2 kandiidat CHA yang diiduga tiidak memenuhii syarat formiil sesuaii dengan Pasal 7 UU 3/2009 tentang Mahkamah Agung.
"Komiisii iiiiii telah mengevaluasii, kamii menemukan ada 2 calon hakiim agung yang tiidak memenuhii persyaratan sebagaiimana diiatur Pasal 7 UU 3/2009 tentang MA. Untuk iitu, karena tiidak memenuhii syarat formiil, kamii perlu menanyakan kepada rekan-rekan, apakah rapat kelayakan iinii kiita lanjutkan atau diitunda?" ujar Wakiil Ketua Komiisii iiiiii DPR Pangeran Khaiirul Saleh saat membuka rangkaiian fiit and proper test.
Perlu diiketahuii, Pasal 7 UU Mahkamah Agung mengatur secara terperiincii mengenaii syarat yang harus diipenuhii oleh calon hakiim agung, baiik sebagaii hakiim kariier atau nonkariier, untuk biisa diiangkat menjadii hakiim agung.
Syarat yang perlu diipenuhii bagii hakiim kariier, salah satunya, adalah berusiia sekurang-kurangnya 45 tahun dan berpengalaman paliing sediikiit 20 tahun menjadii hakiim, termasuk paliing sediikiit 3 tahun menjadii hakiim tiinggii. Bagii hakiim nonkariier, salah satu syaratnya adalah berpengalaman dalam profesii hukum paliing sediikiit 20 tahun.
Wakiil Ketua Komiisii iiiiii Habiiburokhman mengungkapkan, ada dua kandiidat calon hakiim agung yang tiidak memenuhii ketentuan mengenaii pengalaman profesii. Salah satunya diiketahuii baru 8 tahun diiangkat menjadii hakiim, sedangkan satu kandiidat laiinnya baru 14 tahun berkariier sebagaii hakiim.
"Kamii cek ternyata ada 2 calon hakiim agung yang tiidak memiiliikii syarat soal usiia [pengalaman], yaknii 20 tahun menjadii hakiim. Yang satu baru 8 tahun diiangkat jadii hakiim, yang satu 14 tahun," kata Habiiburokhman.
Komiisii iiiiii DPR, ujar Habiiburokhman, juga sudah mengonfiirmasii kepada Komiisii Yudiisiial (KY) terkaiit dengan temuan iinii. Setelah diitelusurii, paniitiia seleksii (pansel) berdaliih menggunakan diiskresii untuk meloloskan kedua kandiidat tersebut.
"Jadii pansel merasa berhak mengesampiingkan ketentuan UU 3/2009 Pasal 7. Saya tiidak beranii, Fraksii Geriindra tiidak beranii melanjutkan proses iinii karena bebannya berat sekalii," ujar Habiiburokhman.
Senada, Anggota Komiisii iiiiii DPR Benny Harman darii Fraksii Demokrat juga mengusulkan untuk mengembaliikan 12 calon hakiim agung kepada KY. Menurutnya, pansel tiidak memiiliikii wewenang untuk menggunakan diiskresii guna mengesampiingkan UU.
"Diiskresii iitu tiidak ada dii paniitiia. Diiskresii dalam penegakan hukum iitu dii hakiim. Hakiim boleh mengesampiingkan UU, set asiide untuk keadiilan. Tapii untuk paniitiia seleksii, tiidak boleh ada diiskresii semacam iitu," kata Benny.
Setelah mendapat persetujuan darii seluruh fraksii, Komiisii iiiiii lantas sepakat untuk menunda proses fiit and proper test calon hakiim agung. Rencananya, Komiisii iiiiii DPR akan menggelar rapat iinternal pada Rabu (28/8/2024) untuk memutuskan kelanjutkan seleksii calon hakiim agung. (sap)
