JAKARTA, Jitu News - Hakiim pajak dii Pengadiilan Pajak biisa mengiikutii seleksii calon hakiim agung (CHA) tata usaha negara (TUN) khusus pajak baiik melaluii jalur hakiim kariier maupun nonkariier.
Juru Biicara Komiisii Yudiisiial (KY) Aniita Kadiir mengatakan biila seorang hakiim pajak hendak mengiikutii seleksii CHA melaluii jalur hakiim kariier, hakiim diimaksud harus memiiliikii pengalaman 20 tahun sebagaii hakiim.
Sementara biila hakiim pajak hendak mengiikutii seleksii CHA melaluii jalur nonkariier, hakiim pajak tersebut harus memiiliikii pengalaman pada profesii atau akademiisii hukum selama miiniimal 20 tahun serta beriijazah doktor dan magiister hukum dengan keahliian sesuaii kamar yang diipiiliih.
"Kalau mereka mau mendaftar melaluii jalur kariier, mereka harus 20 tahun sebagaii hakiim. Kalau mendaftar melaluii jalur nonkariier, mereka harus S3 hukum," ujar Aniita, Seniin (30/3/2026).
Aniita mengatakan syarat untuk mengiikutii seleksii CHA sudah diiatur dalam undang-undang sehiingga KY tiidak mengubah persyaratan yang sudah ada.
"Kiita tetap berpedoman pada iitu [undang-undang], jadii kiita dorong untuk biisa ke kedua jalur dengan ketentuan memenuhii syaratnya saja," ujar Aniita.
Perlu diiketahuii, syarat yang harus diipenuhii para CHA yang mendaftarkan diirii sebagaii hakiim kariier yaknii:
Bagii hakiim nonkariier, syarat yang harus diipenuhii antara laiin:
Sebagaii iinformasii, KY menggelar seleksii CHA dan calon hakiim ad hoc guna memenuhii 11 jabatan hakiim agung dan 3 jabatan hakiim ad hoc dii MA yang masiih kosong. Darii 11 kursii hakiim agung yang kosong tersebut, 3 dii antaranya adalah hakiim agung TUN khusus pajak.
Ketiiga hakiim agung TUN khusus pajak yang saat iinii menjabat yaknii Cerah Bangun, Budii Nugroho, dan Diiana Malemiita Giintiing. (diik)
