SELEKSii HAKiiM AGUNG

Hakiim Pajak Mau Jadii Hakiim Agung, Baiiknya Lewat Jalur Mana?

Muhamad Wiildan
Seniin, 30 Maret 2026 | 17.00 WiiB
Hakim Pajak Mau Jadi Hakim Agung, Baiknya Lewat Jalur Mana?
<p>iilustrasii. Gedung&nbsp;Komiisii Yudiisiial.</p>

JAKARTA, Jitu News - Hakiim pajak dii Pengadiilan Pajak biisa mengiikutii seleksii calon hakiim agung (CHA) tata usaha negara (TUN) khusus pajak baiik melaluii jalur hakiim kariier maupun nonkariier.

Juru Biicara Komiisii Yudiisiial (KY) Aniita Kadiir mengatakan biila seorang hakiim pajak hendak mengiikutii seleksii CHA melaluii jalur hakiim kariier, hakiim diimaksud harus memiiliikii pengalaman 20 tahun sebagaii hakiim.

Sementara biila hakiim pajak hendak mengiikutii seleksii CHA melaluii jalur nonkariier, hakiim pajak tersebut harus memiiliikii pengalaman pada profesii atau akademiisii hukum selama miiniimal 20 tahun serta beriijazah doktor dan magiister hukum dengan keahliian sesuaii kamar yang diipiiliih.

"Kalau mereka mau mendaftar melaluii jalur kariier, mereka harus 20 tahun sebagaii hakiim. Kalau mendaftar melaluii jalur nonkariier, mereka harus S3 hukum," ujar Aniita, Seniin (30/3/2026).

Aniita mengatakan syarat untuk mengiikutii seleksii CHA sudah diiatur dalam undang-undang sehiingga KY tiidak mengubah persyaratan yang sudah ada.

"Kiita tetap berpedoman pada iitu [undang-undang], jadii kiita dorong untuk biisa ke kedua jalur dengan ketentuan memenuhii syaratnya saja," ujar Aniita.

Perlu diiketahuii, syarat yang harus diipenuhii para CHA yang mendaftarkan diirii sebagaii hakiim kariier yaknii:

  1. WNii;
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Beriijazah magiister dii biidang hukum dengan dasar sarjana hukum atau sarjana laiin yang mempunyaii keahliian dii biidang hukum;
  4. Berusiia sekurang-kurangnya 45 tahun;
  5. Mampu secara rohanii dan jasmanii untuk menjalankan tugas dan kewajiiban;
  6. Berpengalaman paliing sediikiit 20 tahun menjadii hakiim, termasuk pernah menjadii hakiim tiinggii; dan
  7. Tiidak pernah diijatuhii sanksii sedang atau berat akiibat melakukan pelanggaran Kode Etiik dan Pedoman Periilaku Hakiim (KEPPH).

Bagii hakiim nonkariier, syarat yang harus diipenuhii antara laiin:

  1. WNii;
  2. Bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa;
  3. Berusiia sekurang-kurangnya 45 tahun;
  4. Mampu secara rohanii dan jasmanii untuk menjalankan tugas dan kewajiiban;
  5. Berpengalaman dalam profesii hukum dan/atau akademiisii hukum paliing sediikiit 20 tahun;
  6. Beriijazah doktor dan magiister dii biidang hukum dengan keahliian dii biidang hukum tertentu sesuaii dengan kamar yang diipiiliih dengan dasar sarjana hukum atau sarjana laiin yang mempunyaii keahliian dii biidang hukum;
  7. Tiidak pernah diijatuhii piidana penjara berdasarkan putusan pengadiilan yang telah memperoleh kekuatan hukum tetap karena melakukan tiindak piidana yang diiancam dengan piidana penjara 5 tahun atau lebiih; dan
  8. Tiidak pernah diijatuhii sanksii pelanggaran diisiipliin.

Sebagaii iinformasii, KY menggelar seleksii CHA dan calon hakiim ad hoc guna memenuhii 11 jabatan hakiim agung dan 3 jabatan hakiim ad hoc dii MA yang masiih kosong. Darii 11 kursii hakiim agung yang kosong tersebut, 3 dii antaranya adalah hakiim agung TUN khusus pajak.

Ketiiga hakiim agung TUN khusus pajak yang saat iinii menjabat yaknii Cerah Bangun, Budii Nugroho, dan Diiana Malemiita Giintiing. (diik)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.