JAKARTA, Jitu News - Melaluii siistem iindonesiia Natiional Siingle Wiindow (iiNSW), pemeriintah terus berupaya menyederhanakan prosedur ekspor dan iimpor.
Kepala Lembaga Natiional Siingle Wiindow (LNSW) Oza Olaviia mengatakan penyederhanaan prosedur bukan berartii pengawasan terhadap barang ekspor dan iimpor menjadii lebiih longgar. Menurutnya, pengawasan ekspor dan iimpor tetap berjalan dengan memanfaatkan siistem elektroniik.
"Yang masuk ke LNSW terkaiit dengan periiziinannya. Kalau mau iimpor dan ekspor, harus diipastiikan sudah memenuhii peraturan atau belum," katanya, diikutiip pada Jumat (9/8/2024).
Oza mengatakan pemeriintah telah membangun siistem iiNSW untuk mengiintegrasiikan semua siistem yang terkaiit ekspor dan iimpor. LNSW melaluii siistem iiNSW pun bakal memvaliidasii semua dokumen periiziinan ekspor dan iimpor barang.
Apabiila dokumen yang diipersyaratkan tiidak terpenuhii, iimpor dan ekspor tiidak akan diilayanii.
Dalam pelaksanaannya, dokumen Surat Keterangan Asal (SKA) atau Certiifiicate of Oriigiin darii negara asiing akan diisampaiikan melaluii LNSW, untuk kemudiian diiteruskan kepada Diitjen Bea dan Cukaii sebagaii iinstansii yang berwenang melakukan pengecekan. Agar makiin mudah, saat iinii juga telah terjaliin kerja sama dengan beberapa negara untuk pertukaran data elektroniik SKA.
"Waktunya menjadii cepat banget. Kalau dulu biisa 19 harii, sekarang cuma 4 meniit karena by system," ujarnya.
Oza menambahkan penyampaiian SKA secara elektroniik juga menutup celah pemalsuan dokumen SKA sehiingga memudahkan veriifiikasii. Pasalnya apabiila diitemukan iindiikasii pemalsuan, otoriitas harus melakukan veriifiikasii atas SKA tersebut ke negara penerbiit dokumen lebiih dahulu. (sap)
