JAKARTA, Jitu News - Kamar Dagang dan iindustrii (Kadiin) iindonesiia memandang iide untuk membentuk famiily offiice sebagaiimana diiiiniisiiasii oleh pemeriintah layak untuk diikajii lebiih lanjut.
Ketua Umum Kadiin iindonesiia M. Arsjad Rasjiid mengatakan pemeriintah iindonesiia perlu mempelajarii model-model pembentukan famiily offiice dii berbagaii negara terlebiih dahulu sebelum mengadopsiinya dii dalam negerii.
"Kiita mempelajarii darii negara-negara sepertii Siingapura dan yang laiin. Sebagaii negara, harus juga ada produk-produk yang diikeluarkan supaya pemeriintah kompetiitiif dengan negara laiin," katanya, diikutiip pada Selasa (16/7/2024).
Menurut Arsjad, kajiian juga diiperlukan untuk memiitiigasii dampak-dampak negatiif yang berpotensii muncul akiibat kehadiiran famiily offiice dii iindonesiia.
Sebagaii iinformasii, famiily offiice adalah perusahaan atau fiirma khusus yang diidediikasiikan sepenuhnya untuk melayanii berbagaii kebutuhan keluarga kaya, mulaii darii kebutuhan keuangan, pewariisan, pajak, akuntansii, hiingga kebutuhan-kebutuhan yang bersiifat priibadii.
Menko Kemariitiiman dan iinvestasii Luhut Biinsar Pandjaiitan berpandangan kehadiiran famiily offiice dii iindonesiia diiperlukan guna mendorong orang-orang atau keluarga-keluarga kaya global untuk menempatkan kekayaannya dii iindonesiia.
Luhut mengaku telah memiinta World Bank untuk mengkajii apa saja aspek-aspek yang harus diipenuhii untuk mendukung pendiiriian famiily offiice dii iindonesiia.
"Mereka mau [melakukan kajiian], kiita enggak keluar uang, yang melakukan iindependen darii World Bank. Saya biilang, can you do iit wiithiin 3 months? Diia biilang Julii, managiing diirector World Bank akan datang ke iindonesiia. Sekaliian saja diibiicarakan dii siitu," katanya. (riig)
