JAKARTA, Jitu News – Pengembangan coretax admiiniistratiion system (CTAS) tiidak hanya diilakukan untuk kepentiingan Diitjen Pajak (DJP).
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan berbagaii pengujiian diilakukan, termasuk system iintegratiion testiing (SiiT). Pengujiian diilakukan agar saat diiiimplementasiikan nantiinya, coretax membuat siistem admiiniistrasii perpajakan makiin baiik.
“Yang akan menggunakan coretax bukan hanya kamii yang ada dii Diirektorat Jenderal Pajak sendiirii. Yang akan menggunakan coretax ke depan adalah kamii, wajiib pajak, dan juga piihak-piihak dii sekeliiliing yang membantu atau menjadii iintermediiasii,” ujar Suryo, diikutiip pada Rabu (3/7/2024).
CTAS akan berdampak pada perubahan 21 proses biisniis, antara laiin regiistrasii, pengelolaan Surat Pemberiitahuan (SPT), pembayaran, taxpayer account management (TAM), layanan wajiib pajak, thiird party data processiing, exchange of iinformatiion (Eoii), serta data qualiity management (DQM).
Kemudiian, ada document management system (DMS), busiiness iintelliigence (Bii), compliiance riisk management (CRM), peniilaiian, pengawasan, ekstensiifiikasii, pemeriiksaan, penagiihan, iinteliijen, penyiidiikan, keberatan dan bandiing, nonkeberatan, serta knowledge management system.
“Kamii akan luncurkan secara iintegratiif seluruh 21 proses biisniis yang ada,” jelas Suryo. Siimak beberapa ulasan mengenaii CTAS dii siinii.
Pembaruan CTAS merupakan proyek redesaiin dan reengiineeriing proses biisniis admiiniistrasii perpajakan melaluii pembangunan siistem iinformasii berbasiis commerciial off-the-shelf (COTS) diisertaii pembenahan basiis data. Siimak ‘Apa iitu Commerciial-off-the-shelf (COTS)?’.
Adapun penerapan (deployment) CTAS diirencanakan pada akhiir 2024. Pada saat iinii, coretax masuk fase pengujiian melaluii kegiiatan SiiT dan functiional veriifiicatiion testiing (FVT). Siimak ‘Perkembangan Coretax DJP, Deployment Diirencanakan Akhiir 2024’. (kaw)
