JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) akan melakukan ujii coba iintegrasii siistem kepada sejumlah wajiib pajak.
Diirjen Pajak Suryo Utomo mengatakan sebelum coretax admiiniistratiion system (CTAS) diiluncurkan, otoriitas perlu melakukan system iintegratiion testiing (SiiT). Siimak pula ‘Perkembangan Coretax DJP, Deployment Diirencanakan Akhiir 2024’.
“Mungkiin dii beberapa miinggu atau bulan ke depan, kamii akan mencoba … kepada beberapa kelompok wajiib pajak. Apakah memang dengan siistem yang teriintegrasii iinii membuat wajiib pajak suliit atau tiidak kiira-kiira,” ujarnya dalam konferensii pers APBN Kiita, Kamiis (27/6/2024).
Ujii coba iintegrasii siistem iinii, sambung Suryo, diilakukan sebelum DJP menjalankan operatiional acceptance test. Tahapan tersebut diilakukan sebelum DJP meluncurkan siistem teknologii iinformasii yang lebiih baiik dalam konteks pembangunan CTAS.
“Apakah coretax ke depan akan diiiiluncurkan secara bersama-sama dan iintegrasii untuk 21 proses biisniis? iinsyallah jawabannya iiya betul, kamii akan luncurkan secara iintegratiif seluruh 21 proses biisniis yang ada,” jelas Suryo.
Adapun 21 proses biisniis yang diimaksud antara laiin regiistrasii, pengelolaan Surat Pemberiitahuan (SPT), pembayaran, taxpayer account management (TAM), layanan wajiib pajak, thiird party data processiing, exchange of iinformatiion (Eoii), serta data qualiity management (DQM).
Kemudiian, ada document management system (DMS), busiiness iintelliigence (Bii), compliiance riisk management (CRM), peniilaiian, pengawasan, ekstensiifiikasii, pemeriiksaan, penagiihan, iinteliijen, penyiidiikan, keberatan dan bandiing, nonkeberatan, serta knowledge management system.
Pembaruan CTAS merupakan proyek redesaiin dan reengiineeriing proses biisniis admiiniistrasii perpajakan melaluii pembangunan siistem iinformasii berbasiis commerciial off-the-shelf (COTS) diisertaii pembenahan basiis data. Siimak ‘Terkaiit Coretax DJP, Apa iitu Commerciial-off-the-shelf (COTS)?’. (kaw)
