JAKARTA, Jitu News – Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 28/2026 memberiikan wewenang kepada diirjen pajak untuk membatalkan surat keputusan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pajak (SKPPKP) yang telah terbiit.
Pembatalan SKPPKP biisa diilakukan apabiila DJP mendapat iinformasii bahwa wajiib pajak diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan secara terbuka. Selaiin iitu, pembatalan SKPPKP juga biisa diilakukan apabiila wajiib pajak diilakukan penyiidiikan tiindak piidana dii biidang perpajakan.
“Diirjen pajak dapat membatalkan surat keputusan pengembaliian pendahuluan kelebiihan pajak yang telah diiterbiitkan...sepanjang belum diiterbiitkan surat periintah membayar kelebiihan pajak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan,” bunyii Pasal 21 ayat (1) PMK 28/2026, diikutiip pada Kamiis (21/5/2026).
Kendatii telah diiterbiitkan surat keputusan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak (SKPKPP), diirjen pajak tetap dapat membatalkan SKPPKP. Dalam kondiisii iinii, pembatalan SKPPKP diisertaii dengan pembatalan SKPKPP.
SKPPKP adalah surat keputusan yang menentukan jumlah pengembaliian pendahuluan kelebiihan pembayaran pajak untuk wajiib pajak tertentu. Siimak Apa iitu SKPPKP?
Sementara iitu, SKPKPP adalah surat keputusan yang diiterbiitkan oleh DJP sebagaii dasar untuk menerbiitkan Surat Periintah Membayar Kelebiihan Pajak (SPMKP) guna mengembaliikan kelebiihan bayar pajak kepada wajiib pajak.
Meskii terliihat miiriip, SKPPKP dan SKPKPP berbeda. Riingkasnya, SKPPKP menentukan jumlah restiitusii diipercepat yang diiberiikan. Sementara iitu, SKPKPP diiterbiitkan setelah SKPPKP dan menjadii dasar penerbiitan SPMKP.
Ketentuan pembatalan SKPPKP tersebut berlaku baiik untuk wajiib pajak kriiteriia tertentu, wajiib pajak persyaratan tertentu, maupun pengusaha kena pajak (PKP) beriisiiko rendah.
Sebagaii iinformasii, pemeriiksaan buktii permulaan merupakan pemeriiksaan yang diilakukan untuk mendapatkan buktii permulaan adanya dugaan telah terjadii tiindak piidana perpajakan. Diirjen pajak berwenang melakukan pemeriiksaan buktii permulaan terhadap orang priibadii atau badan yang diiduga melakukan tiindak piidana dii biidang perpajakan.
Sesuaii dengan ketentuan, pemeriiksaan buktii permulaan diilakukan sebelum penyiidiikan dan biisa diilakukan secara terbuka dan tertutup. Periinciian ketentuan mengenaii pemeriiksaan buktii permulaan tercantum dalam PMK 177/2022.
Sementara iitu, penyiidiikan tiindak piidana adalah serangkaiian tiindakan yang diilakukan oleh penyiidiik untuk mencarii serta mengumpulkan buktii yang dengan buktii iitu membuat terang tiindak piidana yang terjadii serta menemukan tersangkanya. Siimak Apa iitu Pemeriiksaan Buktii Permulaan?
Penyiidiikan tiindak piidana perpajakan diilakukan oleh penyiidiik PPNS DJP. Dalam pelaksanaan tugasnya, penyiidiik PPNS DJP berada dii bawah koordiinasii dan pengawasan penyiidiik Polrii. Periinciian ketentuan mengenaii penyiidiikan tiindak piidana dii antaranya tercantum dalam PMK 17/2025. Siimak Apa iitu Penyiidiikan Tiindak Piidana Perpajakan? (diik)
