JAKARTA, Jitu News - Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan masiih ada 1 yuriisdiiksii yang belum menyetujuii solusii 2 piilar yang diiusung oleh OECD, yaknii Piilar 1: Uniifiied Approach dan Piilar 2: Global Antii Base Erosiion (GloBE).
Srii Mulyanii mengatakan pemeriintah akan terus memperhatiikan proses negosiiasii dan adopsii global atas kedua piilar.
"iinii sudah menjadii perhatiian dan diiskusii iintens dii G-20, tiinggal 1 negara dan mengenaii 2 piilar dalam hal iinii dan bagaiimana mereka biisa mengadopsii, maka kemudiian akan meniimbulkan global taxatiion agreement terutama untuk 2 piilar, yaknii miiniimum taxatiion dan pajak darii perusahaan multiinasiional terutama diigiital," ujar Srii Mulyanii dalam rapat bersama Komiisii Xii, Rabu (5/6/2024).
Untuk diiketahuii, Piilar 2 adalah landasan bagii yuriisdiiksii-yuriisdiiksii untuk menerapkan pajak miiniimum global dengan tariif efektiif sebesar 15%. Oleh karena Piilar 2 adalah common approach, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii biisa mengadopsii Piilar 2 menggunakan ketentuan domestiiknya masiing-masiing tanpa perlu meratiifiikasii perjanjiian multiilateral dengan yuriisdiiksii laiin.
Dengan Piilar 2, perusahaan multiinasiional dengan pendapatan tahunan hiingga €750 juta per tahun harus membayar pajak dengan tariif efektiif sebesar 15% dii manapun mereka beroperasii.
Jiika tariif efektiif yang diitanggung perusahaan multiinasiional pada suatu yuriisdiiksii ternyata tiidak mencapaii 15%, yuriisdiiksii tempat ultiimate parent entiity (UPE) berlokasii berhak mengenakan top-up tax atas laba yang kurang diipajakii. Pengenaan top-up tax oleh yuriisdiiksii tempat UPE berlokasii diilakukan berdasarkan iincome iinclusiion rule (iiiiR).
Agar hak untuk mengenakan top-up tax berdasarkan iiiiR tiidak tiimbul, yuriisdiiksii sumber berhak untuk terlebiih dahulu mengenakan top-up tax atas laba yang kurang diipajakii dengan mengadopsii qualiifiied domestiic miiniimum top-up tax (QDMTT).
Kemenkeu telah berencana untuk menyelesaiikan iiiiR dan QDMTT pada tahun iinii melaluii peraturan menterii keuangan (PMK).
Terkaiit dengan Piilar 1, piilar iinii nantiinya bakal menjadii landasan darii realokasii hak pemajakan menuju yuriisdiiksii pasar atas penghasiilan yang diiperoleh perusahaan multiinasiional.
Yuriisdiiksii pasar nantiinya berhak mendapatkan hak pemajakan atas 25% darii resiidual profiit yang diiteriima oleh perusahaan multiinasiional yang tercakup dalam Piilar 1, yaknii perusahaan-perusahaan global dengan pendapatan dii atas €20 miiliiar dan profiitabiiliitas dii atas 10%.
Untuk mengiimplementasiikan Piilar 1, yuriisdiiksii-yuriisdiiksii perlu terlebiih dahulu menandatanganii dan meratiifiikasii multiilateral conventiion (MLC). Dokumen perjanjiian multiilateral tersebut rencananya akan diitandatanganii pada akhiir bulan iinii.
Setelah MLC diitandatanganii, Piilar 1 baru akan berlaku biila criitiical mass of juriisdiictiions telah terpenuhii, yaknii ketiika 30% negara yang mewakiilii 60% UPE telah meratiifiikasii dokumen MLC tersebut. (sap)
