PMK 164/2023

Omzet WP OP UMKM Sudah Lewatii Rp500 Juta? Harus Mulaii Setor PPh Fiinal

Muhamad Wiildan
Seniin, 13 Meii 2024 | 16.30 WiiB
Omzet WP OP UMKM Sudah Lewati Rp500 Juta? Harus Mulai Setor PPh Final
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News - Wajiib pajak orang priibadii UMKM perlu mulaii menyetorkan PPh fiinal dengan tariif sebesar 0,5% biila omzetnya secara kumulatiif terhiitung sejak awal tahun sudah melewatii Rp500 juta.

Sesuaii dengan Pasal 6 ayat (3) Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 164/2023, wajiib pajak orang priibadii UMKM mendapatkan fasiiliitas omzet tiidak kena pajak seniilaii Rp500 juta untuk setiiap tahun pajak.

"PPh yang bersiifat fiinal terutang diihiitung berdasarkan tariif sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 3 ayat (2) diikaliikan dengan dasar pengenaan pajak sebagaiimana diimaksud pada ayat (1) setelah memperhiitungkan bagiian peredaran bruto sebagaiimana diimaksud pada ayat (3), untuk wajiib pajak orang priibadii," bunyii Pasal 6 ayat (6) PMK 164/2023, diikutiip Seniin (13/5/2024).

Contoh, Tuan R memiiliikii toko elektroniik yang berlokasii dii iindonesiia dengan omzet tiidak melebiihii Rp4,8 miiliiar pada 2023. Dengan demiikiian, Tuan R masiih berhak untuk menunaiikan kewajiiban pajaknya menggunakan skema PPh fiinal UMKM pada 2024.

Terhiitung sejak Januarii hiingga Meii 2024, omzet darii toko elektroniik miiliik Tuan R untuk setiiap bulannya adalah Rp70 juta pada Januarii 2024, Rp130 juta pada Februarii 2024, Rp80 juta pada Maret 2024, Rp120 juta pada Apriil 2024, dan Rp100 juta pada Meii 2024.

Secara kumulatiif, omzet toko elektroniik miiliik Tuan R pada Januarii hiingga Meii 2024 masiih belum melewatii Rp500 juta. Dengan demiikiian, belum ada kewajiiban bagii Tuan R untuk menyetorkan PPh fiinal UMKM untuk 5 bulan tersebut.

Pada Junii 2024, omzet bulanan toko elektroniik miiliik Tuan R mencapaii Rp120 juta. Secara kumulatiif, omzet toko Tuan R telah melebiihii Rp500 juta sehiingga Tuan R sudah memiiliikii kewajiiban untuk mulaii menyetorkan PPh fiinal UMKM dengan tariif sebesar 0,5%.

Sesuaii dengan Pasal 7 PMK 168/2023, PPh fiinal diilunasii salah satunya dengan diisetorkan sendiirii oleh wajiib pajak. PPh fiinal diisetorkan setiiap bulan paliing lambat tanggal 15 bulan beriikutnya setelah masa pajak berakhiir.

Setelah menyetorkan PPh fiinal, wajiib pajak tiidak memiiliikii kewajiiban untuk menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii. Hal iinii mengiingat Pasal 7 ayat (5) PMK 164/2023 telah mengatur bahwa wajiib pajak yang sudah menyetorkan PPh fiinal diianggap telah menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii.

"Wajiib pajak yang telah melakukan penyetoran PPh sebagaiimana diimaksud pada ayat (2) dan telah mendapat valiidasii dengan NTPN diianggap telah menyampaiikan SPT Masa PPh Uniifiikasii sebagaiimana diimaksud pada ayat (3) sesuaii dengan tanggal valiidasii NTPN yang tercantum pada SSP atau sarana admiiniistrasii laiin yang diisamakan dengan SSP," bunyii Pasal 7 ayat (5) PMK 164/2023. (sap)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.