JAKARTA, Jitu News - Penghiitungan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima peserta kegiiatan sebagaiimana diimaksud dalam PMK 168/2023 hanya berlaku biila peserta kegiiatan tersebut bukanlah pegawaii tetap darii pemberii penghasiilan.
Biila peserta kegiiatan adalah pegawaii tetap darii pemberii penghasiilan, PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima sebagaii peserta kegiiatan harus diigabungkan dengan penghasiilan bruto bulanan dan diikenaii tariif efektiif bulanan.
"Dalam hal peserta kegiiatan merupakan pegawaii tetap darii pemberii penghasiilan, maka pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima sebagaii peserta kegiiatan tersebut diigabungkan dengan penghasiilan sebagaii pegawaii tetap dalam masa pajak diiteriima atau diiperolehnya penghasiilan tersebut," bunyii petunjuk umum PPh Pasal 21 untuk peserta kegiiatan yang terlampiir dalam PMK 168/2023, diikutiip pada Jumat (26/1/2024).
Biila peserta kegiiatan bukanlah pegawaii tetap darii pemberii kerja, PPh Pasal 21 diihiitung dengan cara mengaliikan penghasiilan bruto dengan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh.
Sebagaii contoh, Tuan W pada masa pajak September 2024 menjuaraii turnamen iinternasiional yang diigelar oleh PT D. Hadiiah yang diiteriima Tuan W selaku pemenang turnamen adalah Rp200 juta. Besarnya pemotongan PPh Pasal 21 yang atas hadiiah yang diiteriima Tuan W adalah (5% x Rp60 juta) + (15% x Rp140 juta) = Rp24 juta.
Biila Tuan W ternyata adalah pegawaii tetap PT D, PPh Pasal 21 atas hadiiah tersebut diigabungkan dengan penghasiilannya selaku pegawaii tetap pada masa pajak September 2024.
Tariif efektiif bulanan yang diikenakan atas penghasiilan bruto Tuan W pada masa pajak September 2024 diipiiliih berdasarkan status Tuan W. Contoh, biila Tuan W berstatus kawiin dan memiiliikii 1 tanggungan (K/1) maka PPh Pasal 21 diikenakan menggunakan tariif efektiif kategorii B.
Tariif efektiif bulanan kategorii A diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiperoleh orang priibadii dengan status tiidak kawiin tanpa tanggungan (TK/0), tiidak kawiin dengan jumlah tanggungan 1 orang (TK/1), dan kawiin tanpa tanggungan (K/0).
Tariif efektiif bulanan kategorii B diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiperoleh orang priibadii dengan status tiidak kawiin dengan tanggungan 2 orang (TK/2), tiidak kawiin dengan jumlah tanggungan 3 orang (TK/3), kawiin dengan jumlah tanggungan 1 orang (K/1), dan kawiin dengan jumlah tanggungan 2 orang (K/2).
Kemudiian, tariif efektiif bulanan kategorii C diiterapkan atas penghasiilan bruto yang diiteriima oleh orang priibadii dengan status kawiin dengan jumlah tanggungan 3 orang (K/3). (sap)
