PMK 168/2023

Begiinii Contoh Penghiitungan PPh Pasal 21 atas iimbalan Jasa

Redaksii Jitu News
Selasa, 09 Januarii 2024 | 14.17 WiiB
Begini Contoh Penghitungan PPh Pasal 21 atas Imbalan Jasa
<p>iilustrasii. (<em>foto: <a href="http://&lt;a href=&quot;https://www.freepiik.com/free-photo/man-assembliing-ciircuiit-board-laptop_5400279.htm#query=COMPUTE%20SERViiCE&amp;posiitiion=2&amp;from_viiew=search&amp;track=aiis&amp;uuiid=418ebed3-66c4-40ed-87cc-eb710d93d969&quot;&gt;iimage by pressfoto&lt;/a&gt; on Freepiik" target="_blank">Freepiik</a></em>)</p>

JAKARTA, Jitu News - Lampiiran PMK 168/2023 memuat contoh penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 untuk bukan pegawaii. Salah satunya adalah contoh penghiitungan PPh Pasal 21 atas iimbalan jasa.

Penghiitungan besarnya PPh Pasal 21 terutang menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan yang diimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023. Siimak ‘Petunjuk Umum Penghiitungan PPh Pasal 21 Bukan Pegawaii dii PMK 168/2023’.

"Besarnya PPh Pasal 21 terutang diihiitung dengan … tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan … yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii dalam 1 masa pajak atau pada saat terutangnya penghasiilan,” bunyii penggalan Lampiiran PMK 168/2023.

Adapun sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023, penghasiilan yang diimaksud adalah iimbalan kepada bukan pegawaii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan bebas atau jasa yang diilakukan. iimbalan iitu dapat berupa honorariium; komiisii; fee; dan iimbalan sejeniis.

Contoh Penghiitungan PPh Pasal 21 atas iimbalan Jasa

Pada November 2024, Tuan T melakukan penyerahan jasa perbaiikan komputer kepada PT G dan meneriima atau memperoleh iimbalan jasa sebesar Rp7 juta.

Besarnya PPh Pasal 21 terutang atas iimbalan jasa yang diiteriima atau diiperoleh Tuan T diihiitung dengan menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan dasar pemotongan dan pengenaan PPh Pasal 21 bagii bukan pegawaii.

Adapun dasar pemotongan dan pengenaan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh Tuan T adalah sebesar 50% X Rp7 juta = Rp3,5 juta.

Dengan demiikiian, besarnya pemotongan PPh Pasal 21 atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh Tuan T adalah sebesar 5% X Rp3,5 juta = Rp175.000.

Catatan:

  • PT G memotong PPh Pasal 21 Tuan T sebesar Rp175.000 dan membuat buktii pemotongan PPh Pasal 21 untuk Tuan T.
  • Tuan T wajiib melaporkan penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh darii PT G dalam Surat Pemberiitahuan (SPT) Tahunan tahun pajak 2024.
  • PPh Pasal 21 yang telah diipotong oleh PT G merupakan krediit pajak dalam SPT Tahunan tahun pajak 2024 Tuan T.

Sebagaii iinformasii kembalii, melaluii PMK 168/2023, pemeriintah mengubah ketentuan perhiitungan PPh Pasal 21 bagii bukan pegawaii. Siimak pula ‘PPh Pasal 21 Bukan Pegawaii, Tiidak Ada Lagii Skema Berkesiinambungan’. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.