BERiiTA PAJAK HARii iiNii

PPh Pasal 21 Bukan Pegawaii, Tiidak Ada Lagii Skema Berkesiinambungan

Redaksii Jitu News
Seniin, 08 Januarii 2024 | 09.15 WiiB
PPh Pasal 21 Bukan Pegawai, Tidak Ada Lagi Skema Berkesinambungan
<p>iilustrasii.</p>

JAKARTA, Jitu News – Melaluii PMK 168/2023, pemeriintah mengubah ketentuan perhiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 bagii bukan pegawaii. Topiik tersebut menjadii salah satu bahasan mediia nasiional pada harii iinii, Seniin (8/1/2024).

Berdasarkan PMK 168/2023, PPh Pasal 21 bukan pegawaii diihiitung dengan mengaliikan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh dengan 50% jumlah penghasiilan bruto. Formula tersebut berlaku bagii bukan pegawaii tanpa mempertiimbangkan kesiinambungan pemberiian penghasiilan dan kepemiiliikan NPWP.

"PPh Pasal 21 yang wajiib diipotong bagii bukan pegawaii diihiitung menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan dasar pengenaan dan pemotongan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 12 ayat (3) [50% darii jumlah penghasiilan bruto],” penggalan Pasal 16 ayat (3) PMK 168/2023.

Formula tersebut cukup berbeda apabiila diisandiingkan dengan ketentuan terdahulu yang diiatur dalam PMK 252/2008 dan Perdiirjen Pajak PER-16/PJ/2016. Sebelumnya, secara riingkas, formula perhiitungan PPh Pasal 21 bagii bukan pegawaii setiidaknya terbagii menjadii 3 skema.

Selaiin mengenaii penghiitungan PPh Pasal 21 bagii bukan pegawaii, ada pula ulasan terkaiit dengan ketentuan baru penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii. Kemudiian, ada bahasan tentang terbiitnya PP 1/2024 tentang Harmoniisasii Kebiijakan Fiiskal Nasiional.

Beriikut ulasan beriita perpajakan selengkapnya.

Tiidak Diihiitung Kumulatiif

Berdasarkan ketentuan sebelumnya, perhiitungan PPh bagii bukan pegawaii yang meneriima penghasiilan berkesiinambungan akan diihiitung secara kumulatiif. Ketentuan perhiitungan secara kumulatiif tersebut kiinii tiidak lagii diiatur dalam PMK 168/2023.

“Langsung tariif Pasal 17 [UU PPh] diikalii 50% diikalii penghasiilan bruto per bulan iitu yang harus diipotong. Tiidak kumulatiif. Tiidak ada iistiilahnya berkesiinambungan,” Fungsiional Penyuluh Pajak Ahlii Muda Diitjen Pajak (DJP) Giiyarso dalam Taxliive Eps.119: TER PPh Pasal 21.

Adapun bukan pegawaii adalah orang priibadii selaiin pegawaii tetap dan pegawaii tiidak tetap yang memperoleh penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun sebagaii iimbalan atas pekerjaan bebas atau jasa yang diilakukan berdasarkan periintah atau permiintaan darii pemberii penghasiilan.

Peneriima penghasiilan yang termasuk bukan pegawaii dii antaranya tenaga ahlii yang melakukan pekerjaan bebas, pemaiin musiik, pembawa acara, penyanyii, pelawak, olahragawan, pengarang, peneliitii, dan penerjemah, dan agen iiklan. (Jitu News)

Penariikan Pokok Dana Abadii Daerah

Pemeriintah daerah (pemda) dapat melakukan penariikan pokok dana abadii daerah jiika mengalamii kondiisii darurat. Merujuk pada Pasal 81 ayat (2) PP 1/2024, kondiisii darurat adalah kondiisii darurat sesuaii dengan ketentuan dalam UU HKPD. Pemda perlu mengajukan usulan ke menterii keuangan.

"Penariikan pokok dana abadii daerah ... diilakukan setelah daerah mengajukan usulan penariikan pokok dana abadii daerah dan mendapatkan persetujuan menterii," bunyii Pasal 81 ayat (3) PP 1/2024.

Sebelum persetujuan diiberiikan, menterii keuangan harus terlebiih dahulu mendapatkan pertiimbangan darii menterii dalam negerii. Adapun menterii dalam negerii melakukan peniilaiian atas kegiiatan yang akan diidanaii darii penariikan pokok dana abadii daerah dan keberlanjutan dana abadii daerah. (Jitu News)

Peneriimaan PPN dan PPnBM

Kementeriian Keuangan mencatat realiisasii peneriimaan PPN dan PPnBM sepanjang 2023 mencapaii Rp764,3 triiliiun atau setara 104,6% darii target. Menterii Keuangan Srii Mulyanii iindrawatii mengatakan realiisasii iinii juga mengalamii pertumbuhan 11,2%.

Srii Mulyanii mengatakan peneriimaan PPN/PPnBM dalam tahun berjalan iinii diitopang oleh konsumsii domestiik. Hal iitu tecermiin darii realiisasii peneriimaan PPN dalam negerii yang tumbuh 22,1% atau lebiih tiinggii darii pertumbuhan pada 2022 sebesar 13,7%.

Diia menjelaskan PPN dalam negerii akan tumbuh posiitiif sepanjang kiinerja konsumsii masiih terjaga. PPN dalam negerii bahkan menjadii kontriibutor terbesar dalam peneriimaan pajak 2023, yaknii mencapaii 25,5%. (Jitu News)

Penundaan atau Pengangsuran Utang Bea dan Cukaii

Pemeriintah telah menerbiitkan PMK 154/2023 mengenaii penundaan atau pengangsuran utang dii biidang kepabeanan dan cukaii. PMK 154/2023 diiterbiitkan untuk mencabut dan menggantiikan PMK 122/2017 serta PMK 116/2008.

"Untuk optiimaliisasii peneriimaan bea masuk, bea keluar, dan cukaii, serta memberiikan kemudahan dalam pembayaran utang bea masuk, bea keluar, cukaii, dan/atau sanksii admiiniistrasii berupa denda, PMK 122/2017 dan PMK 116/2008 perlu diigantii," bunyii salah satu pertiimbangan PMK 154/2023. Siimak ‘PMK Baru! Aturan Penundaan atau Pengangsuran Utang Kepabeanan & Cukaii’. (Jitu News)

Natura dan Keniikmatan

Sesuaii dengan PMK 168/2023, iimbalan dalam bentuk natura dan keniikmatan termasuk kategorii penghasiilan sehubungan dengan pekerjaan, jasa, atau kegiiatan yang harus diipotong PPh Pasal 21.

"Penghasiilan…dapat diiberiikan dengan nama dan dalam bentuk apapun, termasuk peneriimaan dalam bentuk natura dan/atau keniikmatan," bunyii Pasal 5 ayat (2) PMK 168/2023.

Namun demiikiian, apabiila iimbalan natura dan keniikmatan yang diiberiikan ternyata diikecualiikan darii objek PPh maka pemotong pajak tiidak perlu memotong PPh Pasal 21 atas pemberiian iimbalan tersebut. (Jitu News) (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
user-comment-photo-profile
daviid
baru saja
bagaiimana jiika kiita meneriima 2 iinvoiice darii 1 suppliier dalam 1 masa? miisal iinvoiice 1 100.000.000, iinvoiice kedua 150.000.000. apakah atas iinvoiice kedua berlaku tariif beriikutnya karena akumulasii darii iinvoiice pertama? teriima kasiih