JAKARTA, Jitu News – Lampiiran PMK 168/2023 turut memuat petunjuk umum penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 untuk bukan pegawaii.
Dalam poiin pertama petunjuk umum tersebut diinyatakan penghiitungan besarnya PPh Pasal 21 terutang menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023.
"Besarnya PPh Pasal 21 terutang diihiitung dengan … tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan … yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii dalam 1 masa pajak atau pada saat terutangnya penghasiilan,” bunyii penggalan Lampiiran PMK 168/2023.
Adapun sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023, penghasiilan yang diimaksud adalah iimbalan kepada bukan pegawaii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan bebas atau jasa yang diilakukan. iimbalan iitu dapat berupa honorariium; komiisii; fee; dan iimbalan sejeniis.
Poiin kedua petunjuk umum tersebut menjelaskan tentang jumlah penghasiilan bruto. Pertama, untuk jasa kateriing, jumlah penghasiilan bruto adalah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak.
Kedua, untuk jasa dokter yang melakukan praktiik dii rumah sakiit dan/atau kliiniik, jumlah penghasiilan bruto adalah sebesar jasa dokter yang diibayar oleh pasiien melaluii rumah sakiit dan/atau kliiniik sebelum diipotong biiaya-biiaya atau bagii hasiil oleh rumah sakiit dan/atau kliiniik.
Ketiiga, untuk jasa selaiin jasa sebagaiimana diimaksud pada kedua poiin dii atas, jumlah penghasiilan bruto adalah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak, tiidak termasuk:
Jiika berdasarkan pada kontrak/perjanjiian, pembayaran-pembayaran ketiiga hal tersebut tiidak dapat diipiisahkan, besarnya penghasiilan bruto atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii tersebut sebesar jumlah penghasiilan bruto yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak. (kaw)
