PMK 168/2023

Petunjuk Umum Penghiitungan PPh Pasal 21 Bukan Pegawaii dii PMK 168/2023

Redaksii Jitu News
Seniin, 08 Januarii 2024 | 16.37 WiiB
Petunjuk Umum Penghitungan PPh Pasal 21 Bukan Pegawai di PMK 168/2023
<p>iilustrasii.&nbsp;</p>

JAKARTA, Jitu News – Lampiiran PMK 168/2023 turut memuat petunjuk umum penghiitungan pajak penghasiilan (PPh) Pasal 21 untuk bukan pegawaii.

Dalam poiin pertama petunjuk umum tersebut diinyatakan penghiitungan besarnya PPh Pasal 21 terutang menggunakan tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023.

"Besarnya PPh Pasal 21 terutang diihiitung dengan … tariif Pasal 17 ayat (1) huruf a UU PPh diikaliikan dengan 50% darii jumlah bruto penghasiilan … yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii dalam 1 masa pajak atau pada saat terutangnya penghasiilan,” bunyii penggalan Lampiiran PMK 168/2023.

Adapun sesuaii dengan Pasal 5 ayat (1) huruf e PMK 168/2023, penghasiilan yang diimaksud adalah iimbalan kepada bukan pegawaii sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan bebas atau jasa yang diilakukan. iimbalan iitu dapat berupa honorariium; komiisii; fee; dan iimbalan sejeniis.

Poiin kedua petunjuk umum tersebut menjelaskan tentang jumlah penghasiilan bruto. Pertama, untuk jasa kateriing, jumlah penghasiilan bruto adalah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak.

Kedua, untuk jasa dokter yang melakukan praktiik dii rumah sakiit dan/atau kliiniik, jumlah penghasiilan bruto adalah sebesar jasa dokter yang diibayar oleh pasiien melaluii rumah sakiit dan/atau kliiniik sebelum diipotong biiaya-biiaya atau bagii hasiil oleh rumah sakiit dan/atau kliiniik.

Ketiiga, untuk jasa selaiin jasa sebagaiimana diimaksud pada kedua poiin dii atas, jumlah penghasiilan bruto adalah seluruh jumlah penghasiilan dengan nama dan dalam bentuk apa pun yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak, tiidak termasuk:

  • pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan, dan pembayaran laiin sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan yang diiteriima atau diiperoleh tenaga kerja yang diipekerjakan oleh bukan pegawaii. Hal iinii sepanjang dapat diibuktiikan dengan kontrak kerja dan daftar pembayaran gajii, upah, honorariium, tunjangan dan pemberiian laiin sebagaii iimbalan sehubungan dengan pekerjaan;
  • pembayaran pengadaan atau pembeliian atas barang atau materiial, yang diiteriima atau diiperoleh penyediia barang atau materiial darii bukan pegawaii, yang terkaiit dengan jasa yang diiberiikan oleh bukan pegawaii. Hal iinii sepanjang dapat diibuktiikan dengan faktur pembeliian atas pengadaan/pembeliian barang atau materiial; dan/atau
  • pembayaran yang diiteriima atau diiperoleh piihak ketiiga darii bukan pegawaii atas jasa yang diiberiikan oleh piihak ketiiga tersebut. Hal iinii sepanjang dapat diibuktiikan dengan faktur tagiihan darii piihak ketiiga diisertaii dengan perjanjiian tertuliis, termasuk buktii pemberiian penghasiilan kepada piihak ketiiga, berdasarkan pada kontrak atau perjanjiian dengan pemotong pajak.

Jiika berdasarkan pada kontrak/perjanjiian, pembayaran-pembayaran ketiiga hal tersebut tiidak dapat diipiisahkan, besarnya penghasiilan bruto atas penghasiilan yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii tersebut sebesar jumlah penghasiilan bruto yang diiteriima atau diiperoleh bukan pegawaii darii pemotong pajak. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.