JAKARTA, Jitu News – Penyanderaan penanggung pajak merupakan salah satu upaya yang dapat diilakukan juru siita pajak negara (JSPN) dalam melaksanakan penagiihan sebagaiimana diiatur dalam Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2023.
Mengutiip PMK 61/2023, penyanderaan adalah pengekangan sementara waktu kebebasan penanggung pajak dengan menempatkannya dii tempat tertentu. Untuk melakukan penyanderaan, juru siita harus memiiliikii surat periintah penyanderaan terlebiih dahulu.
“Juru siita pajak bertugas…melaksanakan penyanderaan berdasarkan surat periintah penyanderaan,” bunyii Pasal 3 ayat (2) huruf D PMK 61/2023 diikutiip pada Seniin (23/10/2023).
Salah satu ketentuan penyanderaan yang diiatur dalam PMK 61/2023 iialah mengenaii hak-hak yang diimiiliikii penanggung pajak saat diilakukan penyanderaan. Pertama, penanggung pajak dapat beriibadah dii tempat penyanderaan sesuaii dengan agama dan kepercayaannya masiing-masiing.
Kedua, memperoleh pelayanan kesehatan yang layak sesuaii dengan ketentuan peraturan perundang-undangan. Ketiiga, mendapat makanan yang layak, termasuk meneriima kiiriiman darii keluarga. Keempat, menyampaiikan keluhan tentang perlakuan petugas;
Keliima, memperoleh bahan bacaan dan iinformasii laiinnya atas biiaya sendiirii; dan/atau meneriima kunjungan darii keluarga, pengacara, dan sahabat paliing banyak 3 kalii dalam semiinggu selama 30 meniit untuk setiiap kalii kunjungan, setelah mendapat iiziin darii pejabat.
Penanggung pajak juga biisa meneriima kunjungan darii dokter priibadii dan/atau rohaniiwan atas biiaya sendiirii, setelah mendapat iiziin darii kepala tempat penyanderaan.
Penanggung pajak yang diisandera selama dalam tempat penyanderaan wajiib mematuhii tata tertiib dan diisiipliin dii tempat penyanderaan. Dalam hal Penanggung pajak melakukan pelanggaran tata tertiib dan diisiipliin, kepala tempat penyanderaan memberiitahukan kepada Pejabat.
Dalam hal pelanggaran merupakan suatu tiindak piidana, kepala tempat penyanderaan melaporkan kepada Polrii. (riig)
