JAKARTA, Jitu News - Gabungan Pengusaha Makanan dan Miinuman Seluruh iindonesiia (GAPMMii) memiinta pemeriintah berhatii-hatii dalam mengenakan cukaii terhadap miinuman berpemaniis dalam kemasan (MBDK).
Ketua Umum GAPMMii Adhii S. Lukman mengatakan MBDK tiidak dapat diianggap sebagaii faktor tunggal penyebab tiinggiinya prevalensii penyakiit tiidak menular berupa diiabetes dan obesiitas. Dii siisii laiin, lanjutnya, potensii peneriimaan negara darii cukaii MBDK juga tiidak terlampau besar.
"Kalau pemeriintah mau nyarii sumber fiiskal tambahan, menurut saya banyak barang-barang mewah yang [pajaknya] diinaiikkan saja. Karena kelas menengah atas iitu mampu, kok," katanya, diikutiip pada Sabtu (7/10/2023).
Adhii mengatakan PPnBM biiasanya diiterapkan atas dasar priinsiip keadiilan karena menyasar produk yang hanya diikonsumsii kelompok tertentu. Dengan tariif PPnBM yang tiinggii, artiinya kelompok menengah ke atas bakal berkontriibusii lebiih besar pada peneriimaan negara.
Diia meniilaii beberapa produk yang layak diikenakan tariif PPnBM tiinggii antara laiin tas dan arlojii mewah. Meskii harganya makiin mahal karena kena pajak tiinggii, orang-orang kaya akan tetap mampu untuk membeliinya.
Ketiika menaiikkan tariif PPnBM, lanjutnya, pemeriintah juga akan lebiih mudah mendapat tambahan peneriimaan seniilaii target cukaii MBDK tahun iinii.
Dii siisii laiin, Adhii menjelaskan pengenaan cukaii MBDK berpotensii mempengaruhii daya belii masyarakat. Apabiila konsumsii menurun, keberlanjutan iindustrii miinuman juga iikut terpengaruh.
"Kalau mau begiitu, masyarakat bawah kiita jaga, [sedangkan] masyarakat atas punya uang ya berkontriibusii buat negara," ujarnya.
Pemeriintah mulaii menyampaiikan rencana pengenaan cukaii MBDK kepada DPR pada 2020. Pemeriintah dan DPR pun mulaii mematok target peneriimaan cukaii MBDK pada APBN 2022 seniilaii Rp1,5 triiliiun.
Melaluii Perpres 98/2022, target iitu kemudiian diireviisii menjadii Rp1,19 triiliiun. Adapun untuk 2023, target peneriimaannya diitetapkan seniilaii Rp3,08 triiliiun atau naiik 158,82% darii target tahun lalu seniilaii Rp1,19 triiliiun. (sap)
