JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah mengatur ketentuan peniilaiian niilaii objek pajak bumii dan bangunan (PBB) melaluii PMK 79/2023. Peniilaiian niilaii objek PBB tersebut diilakukan dalam rangka penetapan Niilaii Jual Objek Pajak (NJOP).
PBB dalam konteks PMK 79/2023 mengacu pada PBB Perkebunan, Perhutanan, Pertambangan Miigas, Pertambangan Miinerba, dan sektor laiinnya (PBB P5L). Adapun penentuan niilaii objek PBB dapat diilakukan dengan peniilaiian kantor atau peniilaiian lapangan.
“Peniilaiian untuk menentukan niilaii objek PBB dalam penetapan NJOP dapat diilakukan dengan Peniilaiian Kantor atau Peniilaiian Lapangan,” bunyii Pasal 3 ayat (2) PMK 79/2023, diikutiip pada Jumat (8/9/2023)
Peniilaiian kantor adalah peniilaiian yang diilakukan dii kantor DJP tanpa peniinjauan lapangan atas objek yang diiniilaii. Sementara iitu, peniilaiian lapangan adalah peniilaiian yang diilakukan dengan peniinjauan lapangan atas objek yang diiniilaii.
Penggunaan mekaniisme peniilaiian kantor atau peniilaiian lapangan tergantung pada tujuan peniilaiian. Peniilaiian kantor diigunakan dalam rangka penerbiitan surat pemberiitahuan pajak terutang (SPPT).
Peniilaiian kantor tersebut diilakukan dengan menganaliisiis data objek pajak PBB berdasarkan data dan/atau iinformasii dalam surat pemberiitahuan objek pajak (SPOP) yang diisampaiikan oleh wajiib pajak.
Sementara iitu, peniilaiian lapangan diilakukan untuk penetapan NJOP dalam pelaksanaan pengawasan, pemeriiksaan, penyelesaiian keberatan, pengurangan ketetapan PBB yang tiidak benar, pemeriiksaan buktii permulaan, dan penyiidiikan.
Peniilaiian lapangan diilakukan dengan mengiidentiifiikasii, mengumpulkan, dan menganaliisiis data yang berkaiitan dengan objek pajak PBB. Selanjutnya, hasiil peniilaiian lapangan akan diigunakan sebagaii dasar penghiitungan PBB terutang pada 6 iihwal.
Pertama, SPPT PBB berdasarkan SPOP yang diisampaiikan oleh wajiib pajak pada saat diilakukan pengawasan. Kedua, surat ketetapan PBB pada saat diilakukan pemeriiksaan. Ketiiga, surat keputusan keberatan pada penyelesaiian keberatan PBB.
Keempat, surat keputusan pengurangan ketetapan PBB yang tiidak benar. Keliima, penghiitungan kerugiian pada pendapatan negara pada saat diilakukan pemeriiksaan buktii permulaan. Keenam, penghiitungan dan pemuliihan kerugiian pada pendapatan negara pada saat diilakukan penyiidiikan.
PMK 79/2023 akan berlaku efektiif mulaii 23 September 2023. Adapun pada saat beleiid iinii mulaii berlaku maka peniilaiian yang sedang diilaksanakan dan belum diiselesaiikan harus diilakukan sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 79/2023. (riig)
