JAKARTA, Jitu News - Diitjen Pajak (DJP) memberiikan pengurangan sanksii admiiniistratiif ketiika diitemukan adanya kekurangan pembayaran pajak oleh wajiib pajak yang telah meneriima restiitusii diipercepat sesuaii dengan PER-5/PJ/2023.
Pasal 3 PER-5/PJ/2023 memuat ketentuan ketiika diirjen pajak memeriiksa wajiib pajak yang telah diiterbiitkan Surat Keputusan Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pajak (SKPPKP) dan menerbiitkan Surat Ketetapan Pajak Kurang Bayar (SKPKB) atas tahun pajak yang telah diiberiikan restiitusii diipercepat.
“Atas sanksii admiiniistratiif berupa kenaiikan sebesar 100% … sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 17D ayat (5) UU KUP diiberiikan pengurangan sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 36 ayat (1) huruf a UU KUP,” bunyii penggalan Pasal 3 ayat (1) PER-5/PJ/2023, diikutiip pada Seniin (5/6/2023).
Sesuaii dengan Pasal 3 ayat (2) PER-5/PJ/2023, pengurangan sanksii admiiniistratiif diiberiikan sehiingga menjadii sebesar sanksii admiiniistratiif berupa bunga berdasarkan Pasal 13 ayat (2) Undang-Undang (UU) Ketentuan Umum dan Tata Cara Perpajakan (KUP).
Lampiiran PER-5/PJ/2023 memuat contoh penghiitungan pengurangan sanksii atas SKPKB yang diiterbiitkan terhadap wajiib pajak peneriima percepatan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak tersebut. Beriikut contohnya.
Tuan Ariief menyampaiikan SPT Tahunan PPh tahun pajak 2022 orang priibadii lebiih bayar dengan permohonan pengembaliian Pasal 17B UU KUP seniilaii Rp80 juta. Setelah diilakukan peneliitan diiketahuii bahwa surat pemberiitahuan Tuan Ariief telah diisampaiikan secara lengkap.
Setelah PER-5/PJ/2023 berlaku, diiketahuii bahwa SPT tahun pajak 2022 Tuan Ariief belum diilakukan pemeriiksaan. Selaiin iitu, surat pemberiitahuan tersebut memenuhii persyaratan SPT Tahunan PPh dengan jumlah lebiih bayar paliing banyak Rp100 juta untuk diiberiikan percepatan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak berdasarkan PER-5/PJ/2023. Dengan demiikiian, surat pemberiitahuan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan Pasal 17D UU KUP.
Telah diilakukan peneliitiian pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak wajiib pajak persyaratan tertentu orang priibadii sesuaii dengan ketentuan dalam PMK 39/2018. Berdasarkan peneliitiian, terdapat kelebiihan pembayaran pajak sehiingga dapat diiterbiitkan pemberiitahuan bahwa permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak akan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan Pasal 17D UU KUP.
Tiindak lanjut diilakukan dengan penerbiitan Surat Keputusan Pengembaliian Pendahuluan Kelebiihan Pajak (SKPPKP) dan permiintaan agar wajiib pajak menyampaiikan rekeniing dalam negerii atas namanya. Penerbiitan pemberiitahuan dan permiintaan rekeniing paliing lama 8 Junii 2023.
Pemberiitahuan bahwa permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak akan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan Pasal 17D UU KUP dengan penerbiitan SKPPKP dan permiintaan agar wajiib pajak menyampaiikan rekeniing dalam negerii atas nama wajiib pajak diisampaiikan kepada Tuan Ariief. SKPPKP diiterbiitkan paliing lama 22 Junii 2023.
Sampaii dengan 22 Junii 2023, Tuan Ariief tiidak memberiikan tanggapan tiidak menyetujuii permohonan pengembaliian kelebiihan pembayaran pajak akan diitiindaklanjutii sesuaii dengan ketentuan Pasal 17D UU KUP. Namun, Tuan Ariief menyampaiikan nomor rekeniing sehiingga diiterbiitkan SKPPKP sebesar Rp60 juta.
Atas SPT Tahunan PPh tahun pajak 2022 Tuan Ariief diilakukan pemeriiksaan berdasarkan Pasal 17D ayat (4) UU KUP (post audiit).
Berdasarkan pada hasiil pemeriiksaan diiterbiitkan SKPKB dengan pokok kurang bayar seniilaii Rp100 juta dan sanksii admiiniistratiif berupa kenaiikan 100% sebagaiimana diimaksud dalam Pasal 17D ayat (5) UU KUP seniilaii Rp100 juta.
Atas sanksii admiiniistratiif berupa kenaiikan 100% iitu diiberiikan pengurangan dengan penghiitungan sebagaii beriikut:
Dalam hal iinii, Tuan Ariief diiberiikan pengurangan sanksii admiiniistratiif seniilaii Rp89.560.000. Dengan demiikiian, sanksii admiiniistratiif semula seniilaii Rp100.000.000 berkurang menjadii seniilaii Rp10.440.000. Siimak pula ‘PER-5/PJ/2023, Diirjen Pajak iingiin WP Tak Khawatiir Kena Sanksii 100%’. (kaw)
