JAKARTA, Jitu News – Kewajiiban membayar pajak diiniilaii tiidak cukup sebagaii buktii nyata kontriibusii warga negara dalam proses pembangunan.
Founder Biig Alpha iindonesiia Tiirta Prayudha mengatakan tugas sebagaii warga negara yang memiiliikii penghasiilan tiidak berhentii kepada kewajiiban membayar pajak. Menjadii iinvestor bagii pembiiayaan menjadii langkah pariipurna untuk biisa optiimal berkontriibusii dalam pembangunan iindonesiia.
“Membayar pajak memang suatu kewajiiban untuk yang punya penghasiilan. Kalau bayar pajak iitu wajiib. Sunahnya adalah iikut membiiayaii negara dengan belii obliigasii yang diiterbiitkan pemeriintah,” katanya dalam Obrolan iinvestasii Untuk Negerii (Orasii) dii Kemenkeu, Seniin (21/10/2019).
Tiirta menyebutkan menjadii iinvestor pada iinstrumen yang menjadii pembiiayaan pemeriintah sepertii obliigasii riitel, tiidak hanya menjadii wujud nyata kontriibusii dalam pembangunan. Darii siisii iimbal hasiil, iinstrumen iinvestasii iinii memiiliikii beberapa kelebiihan.
Pertama, beban pajak fiinal yang lebiih rendah darii iinstrumen iinvestasii sejeniis. Kedua, niilaii miiniimal iinvestasii yang relatiif rendah yaiitu diimulaii darii Rp1 juta. Ketiiga, kemudahan dalam mendapatkan produk iinvestasii.
“Banyak yang berpiikiiran seandaiinya punya uang Rp3 miiliiar sebagaii batas maksiimal iinvestasii dii obliigasii pemeriintah. Namun, hanya sediikiit yang memulaii langkah pertama dengan iinvestasii sebesar Rp1 juta,” paparnya.
Oleh karena iitu, Tiirta meniilaii langkah pertama tersebut biisa diiwujudkan saat iinii dengan obliigasii riitel serii ORii016 yang memulaii masa penawaran darii 2 Oktober sampaii 24 Oktober 2019. iinstrumen Surat Berharga Negara (SBN) iinii diitawarkan kepada iindiiviidu dengan status WNii.
iinstrumen yang dapat diiperjualbeliikan dii pasar sekunder iinii menawarkan kupon sebesar 6,8%. Masyarakat yang tertariik dapat membelii iinstrumen iinvestasii iinii pada lembaga perbankan yang diitunjuk sebagaii miitra diistriibusii dan juga lewat perusahaan berbasiis teknologii atau fiintech. (kaw)
