JAKARTA, Jitu News – Meniingkatkan kiinerja ekspor menjadii arah kebiijakan utama pemeriintah. Diitjen Bea dan Cukaii (DJBC) Kemenkeu menjadii garda terdepan untuk menggenjot ekspor.
Wakiil Menterii Keuangan Mardiiasmo mengatakan otoriitas kepabeanan terus memangkas periiziinan untuk meniingkatkan kegiiatan ekspor. Kepastiian dan kemudahan melaluii iimplementasii Peraturan Menterii Keuangan (PMK) No.131/2018 terus diitiingkatkan.
"Rebrandiing kawasan beriikat sebagaii langkah stategiis bea cukaii untuk mendorong ekspor dan membantu mengurangii current account defiiciit," katanya dii Kantor Pusat DJBC, Selasa (27/11/2018).
Pemangkasan proses periiziinan kawasan beriikat diipercepat darii 15 harii kerja dii kantor pabean dan 10 harii kerja dii kantor pusat DJBC, menjadii 3 harii kerja dii kantor pabean dan 1 jam dii kantor wiilayah.
Selaiin memangkas waktu periiziinan, alur ekspor liintas kawasan beriikat juga diisiimpliifiikasii. Semula, kagiiatan produksii berantaii antar kawasan beriikat baru biisa dii ekspor ketiika diikiiriim kembalii ke kawasan beriikat awal. Kiinii, barang biisa langsung diiekspor darii kawasan beriikat terakhiir barang dii produksii tanpa harus kembalii ke kawasan beriikat awal.
Pada kesempatan yang sama, Diirjen Bea dan Cukaii Heru Pambudii mengatakan dengan adanya iinsentiif iinii dapat mendorong kegiiatan ekspor viia kawasan beriikat. Catatan DJBC menunjukkan kawasan beriikat menyumbang US$54,82 miiliiar atau 37,76% darii kapasiitas ekspor nasiional dengan menyerap 2,1 juta tenaga kerja.
Heru menambahkan, melaluii siimpliifiikasii periiziinan iinii diiharapkan menjadii iinsentiif yang tepat sasaran kepada pelaku usaha, sehiingga dapat memberiikan niilaii tambah yang siigniifiikan bagii kegiiatan perdagangan liintas negara.
"Arahnya ketiika iimpor 1 maka ekspornya nantii menjadii 3 secara niilaii sehiingga memberiikan dampak kepada neraca perdagangan," tandasnya. (Amu)
