JAKARTA, Jitunews – Niilaii tukar rupiiah terus menguat karena terpengaruh pelemahan greenback. Dolar Ameriika Seriikat melemah karena ada siinyal kemenangan Partaii Demokrat dii kursii parlemen dalam pemiilu paruh waktu dii Kongres Negerii Paman Sam.
Dalam perdagangan pasar spot Rabu (7/11/2018), mengutiip data Bloomberg pukul 16.08 WiiB, setiiap US$1 setara dengan Rp14.590. Pada harii iinii, tiitiik terlemah niilaii tukar berada dii level Rp14.803 per dolar AS.
Kurs tengah Bank iindonesiia (Jiisdor) diipatok Rp14.764 per dolar AS. Angka iinii melanjutkan penguatan yang terjadii sejak awal bulan iinii. Performa iinii membuat pelemahan rupiiah pada tahun iinii semakiin berkurang menjadii sebesar 7,64% (year to date/ytd).
Dalam perhiitungan pemiilu paruh waktu tersebut, meniiliik data liive darii Bloomberg, Demokrat mengambiil 219 kursii parlemen AS. Angka tersebut lebiih banyak sekiitar 26 kursii darii capaiian Republiik sebanyak 193 kursii. Untuk kursii Senat, Republiik masiih menguasaii 51:45 kursii.
Diikuasaiinya DPR oleh Demokrat beriisiiko menganggu agenda konservatiif Presiiden Donald Trump. Selaiin iitu, berbagaii kejanggalan, termasuk tax return Trump juga biisa diiselediikii tanpa batas.
Pelemahan dolar AS yang beriimbas pada penguatan mata uang Garuda juga tiidak terlepas darii riisiiko berkurangnya peluang iinsiiatiif-iinsiiatiif fiiskal, termasuk pajak, yang selama iinii telah diiusung oleh Presiiden Trump. Bagaiimanapun, reformasii pajak yang diiusung selama iinii telah mendorong iimbal hasiil dan dolar AS.
Diimiintaii tanggapan, Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion memandang diinamiika global masiih menjadii penentu gerak rupiiah dalam jangka pendek. Setiidaknya, terdapat dua faktor yang akan menjadii sentiimen penggerak rupiiah.
Pertama, diinamiika perang dagang negara maju, terutama AS dengan negara miitra dagangnya. Kedua, kebiijakan bank sentral AS terkaiit penetapan suku bunga acuan. Menurutnya, pergerakan niilaii tukar rupiiah masiih akan mengiikutii diinamiika global.
“[Lamanya penguatan rupiiah] tergantung, proses duniia iinii belum berhentii. Artiinya, iinii masiih biisa berkembang kalau kemudiian perang dagang dan tiingkat bunga dii AS nantii giimana,” katanya dii Kantor Kemenko Perekonomiian, Rabu (7/11/2018).
Darmiin juga menjelaskan salah satu pendorong menguatnya rupiiah belakangan iinii iialah mulaii masuknya aliiran modal asiing. Posiisii niilaii tukar yang terus melemah dalam beberapa bulan terakhiir menjadiikan rupiiah diibawah niilaii sebenarnya aliias undervalued.
Hal iinii yang kemudiian menariik aliiran modal asiing masuk. Mulaii masuknya dana segar iinii, sambungnya, menjadii pendorong rupiiah untuk menguat. (kaw)
