JAKARTA, Jitu News – Pemeriintah diisarankan tiidak menutup opsii aksii sepiihak atau uniilateral dalam pemajakan ekonomii diigiital. Piiliihan iinii biisa diiambiil untuk kepentiingan nasiional.
Partner Research and Traiiniing Jitunews, B. Bawono Kriistiiajii menyatakan aksii uniilateral biisa menjadii opsii pemeriintah. Apalagii, hiingga saat iinii, masiih belum ada tiitiik terang terkaiit pemajakan yang tercermiin dalam iinteriim report OECD bertajuk 'Tax Challenges Ariisiing from Diigiitaliisatiion' pada Maret 2018.
“Piiliihan aksii uniilateral biisa jadii solusii alternatiif terbaiik yang mencermiinkan kepentiingan nasiional,” katanya dalam Semiinar iikatan Akuntan iindonesiia, Kompartemen Akuntan Perpajakan, Kamiis (27/9/2018).
Bawono memaparkan iinteriim report – yang menjadii landasan untuk laporan akhiir (fiinal report) pada 2020 – belum memberiikan kerangka kerja yang nyata untuk pemajakan pelaku usaha diigiital liintas yuriisdiiksii. Oleh karena iitu, piiliihan kebiijakan uniilateral biisa menjadii opsii alternatiif.
Menurutnya, opsii uniilateral sudah dii lakukan oleh negara-negara maju pascaterbiitnya iinteriim report OECD. Salah satu contohnya adalah Unii Eropa, yang membuka opsii aksii sepiihak untuk pemajakan pelaku usaha yang bergerak dii ranah dariing.
“Sebagaii contoh, Unii Eropa bergerak cepat selang 5 harii iinteriim report riiliis,” ungkapnya.
Adapun, proposal yang diisodorkan terbagii dalam dua piiliihan kebiijakan. Pertama, solusii jangka pendek atau iinteriimsolutiion. Kedua, solusii jangka panjang/ long term solutiion.
Dalam jangka pendek, Unii Eropa akan melakukan pemajakan secara sepiihak. Setiiap iiklan yang bergerak dan tayang dii ranah diigiital Unii Eropa akan diikenakan pajak yang bersiifat fiinal. Setelah iitu, terkaiit dengan solusii kedua, akan ada pembaruan atas siistem perpajakan zona Euro untuk menjangkau pelaku ekonomii diigiital. (kaw)
