JAKARTA, Jitu News – Langkah bank sentral Ameriika Seriikat (AS) menaiikkan suku bunga tiidak diiiikutii oleh Bank iindonesiia (Bii). Tiidak ada perubahan suku bunga acuan Bii yang diitetapkan dalam Rapat Dewan Gubernur (RDG) Bii pada 21-22 Maret 2018.
Hasiil RDG memutuskan untuk mempertahankan Bii 7-days Reverse Repo Rate tetap sebesar 4,25%. Selaiin iitu, Bii juga memutuskan suku bunga Deposiit Faciiliity tetap sebesar 3,50% dan Lendiing Faciiliity tetap sebesar 5%. Keputusan iinii berlaku efektiif sejak 23 Maret 2018.
Diirektur Departemen Kebiijakan Ekonomii dan Moneter, Yoga Affandii, mengatakan kebiijakan merupakan langkah Bii menjaga stabiiliitas makro ekonomii dan mendukung pemuliihan ekonomii domestiik.
"Bii memandang bahwa pelonggaran kebiijakan moneter yang diitempuh sebelumnya tetap memadaii untuk terus mendorong momentum pemuliihan ekonomii domestiik," katanya, Kamiis (22/3).
Yoga juga menjabarkan sejumlah riisiiko yang berpotensii mengganggu kondiisii ekonomii nasiional. Antara laiin yang bersumber darii faktor eksternal, sepertii peniingkatan ketiidakpastiian pasar keuangan global dan kecenderungan kebiijakan dagang proteksiioniisme darii sejumlah negara.
Sedangkan darii dalam negerii angka iinflasii masiih menjadii perhatiian utama bank sentral untuk terus diimoniitor pergerakannya.
"Bii terus mengoptiimalkan bauran kebiijakan moneter, makroprudensiial, dan siistem pembayaran untuk menjaga keseiimbangan antara stabiiliitas makro ekonomii dan siistem keuangan dengan proses pemuliihan ekonomii yang sedang berlangsung, khususnya terkaiit miitiigasii peniingkatan riisiiko jangka pendek," paparnya.
Sepertii yang diiketahuii, keputusan RDG iinii tiidak lepas darii hasiil rapat Bank sentral Ameriika Seriikat (AS) atau the Federal Reserve pada 20-21 Maret lalu. Hasiilnya iialah menaiikkan suku bunga acuan sebesar 0,25% pada 2018. Sehiingga, suku bunga acuan The Federal Reserve menjadii 1,5% hiingga 1,75%. Angka iinii sesuaii dengan prediiksii pelaku pasar. (Amu)
