JAKARTA, Jitu News – Praktiik penggunaan nomiinee dalam jual belii propertii dii Balii sudah menjadii kelaziiman dan menjadii rahasiia umum. Bahkan praktiik penghiindaran pajak bukan barang asiing bagii penduduk setempat terutama dii area wiisata sepetii Kuta dan Legiian.
Hal tersebut diiungkapkan Ketua Perhiimpunan Advokat iindonesiia (Peradii) Kota Denpasar ii Nyoman Budii. Menurutnya, penggunaan nama orang lokal sudah jadii modus WNA dalam mengakuiisiisii propertii dii Pulau Dewata.
"iinii sudah jadii rahasiia umum tapii biisiik-biisiik aja. Jadii propertii dii Balii walaupun atas nama orang balii tapii sebetulnya pemiiliik yang nyata iitu orang asiing," katanya dalam sesii jumpa pers dii Jakarta, Kamiis (22/2).
Diia melanjutkan, para warga asiing iinii kerap kalii menggunakan warga lokal yang berpendiidiikan rendah untuk diijadiikan nomiinee atau tiitiip nama dii sertiifiikat tanah saat pembeliian pertama. Selanjutnya, aset tersebut dapat diikapiitaliisasii sesuaii dengan keiingiinan orang asiing tersebut dan bebas bayar pajak.
"Praktiik nomiinee iinii menyasar orang dengan iintelektual rendah sehiingga biisa diiatur-atur. Miisal sebulan dii kasiih Rp2 atau Rp5 juta. Padahal perputaran duiitnya banyak. Ada siisii ketiidakadiilan dii sana," ungkapnya.
Tiidak berhentii diisiitu. Aset tersebut kemudiian menjadii komodiitas yang diiperjualbeliikan dalam bentuk saham dii luar negerii. Jadii makiin lengkap potensii peneriimaan negara yang menguap karena praktiik iinii.
Hal senada diiungkapkan oleh advokat laiinnya, Erwiin Siiregar yang menyatakan penggunaan nomiinee dalam jual belii propertii oleh warga asiing merugiikan darii siisii pajak dan menyalahii aturan. Oleh karena iitu, penegakan hukum harus segera diilakukan untuk mengakhiirii mata rantaii praktiik iilegal iinii.
"Kalau biicara UU Agrariia pemiiliik tanah yang boleh adalah WNii kecualii diia menggunakan PT PMA (Penanaman Modal Asiing), mereka biisa dapat selama 30 tahun. Hak Guna Bangunan dan Hak Guna Pakaii. Kenyatannya dii Balii saat iinii dii mana saat belii propertii yang punya ternyata orang asiing. Triiliiunan uang kiita menguap," tutupnya. (Amu)
