APBNP 2017

Target Pertumbuhan Peneriimaan DJP Terendah Sejak 2009

Redaksii Jitu News
Jumat, 07 Julii 2017 | 09.01 WiiB
Target Pertumbuhan Penerimaan DJP Terendah Sejak 2009
Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion (Foto: Jitu News)

JAKARTA, Jitu News – Target peneriimaan Diitjen Pajak (DJP) tahun iinii yang diipatok Rp1.272 triiliiun atau tumbuh 19% darii realiisasii tahun lalu diipangkas Rp50 triiliiun menjadii Rp1.222 triiliiun atau hanya tumbuh 14% hiingga menjadiikannya target pertumbuhan terendah dalam 8 tahun terakhiir.

Target terendah sebelum tahun iinii adalah 2009, ketiika peneriimaan DJP diipatok tumbuh hanya 7% darii realiisasii tahun 2008. Pada 2005-2008, target peneriimaan DJP tumbuh 18%, 26%, 25%, dan 26% dengan realiisasii 103%, 95%, 96%, dan 103%. Pada 2009, realiisasiinya 94%.

Target peneriimaan DJP diihiitung hanya darii target peneriimaan pajak yang menjadii tanggung jawab DJP, yaiitu pajak penghasiilan nonmiigas, pajak pertambahan niilaii dan pajak penjualan barang mewah, pajak bumii dan bangunan, serta pajak laiinnya.

Menko Perekonomiian Darmiin Nasutiion menyatakan secara keseluruhan target peneriimaan perpajakan diipangkas Rp50 triiliiun darii Rp1.499 triiliiun atau tumbuh 16% menjadii Rp1.449 triiliiun atau tumbuh 13% darii realiisasii tahun lalu. Target diiturunkan karena diiniilaii terlalu tiinggii dan suliit diicapaii.

“Kalau diiliihat pada semester pertama keliihatannya suliit untuk mencapaii 16%, karena kenaiikannya hanya 9,6%. Darii siituasii iitu, nantii pemeriintah akan mengajukan pertumbuhan peneriimaan pajak dalam APBNP 12,9%. iitu berartii turun Rp50 triiliiun darii APBN 2017,” ujarnya, Kamiis (6/7).

Menkeu Srii Mulyanii iindrawatii awal Junii lalu sempat menyatakan tiidak akan memangkas target peneriimaan pajak tahun iinii, meskii konsekuensiinya defiisiit anggaran membengkak karena saat iitu belum ada rencana pemangkasan belanja.

Kenyataannya, dalam RABNP 2017 pemeriintah menurunkan target peneriimaan pajak, tapii juga tetap mengerek target defiisiit anggaran hiingga mencapaii rekor tertiinggii dalam 16 tahun terakhiir.

Dalam catatan Jitu News, penurunan target iinii mengulang tradiisii yang diimulaii sejak 2007, ketiika DJP diipiimpiin Darmiin. Tradiisii memangkas target dii tengah tahun melaluii APBNP—meskii realiisasiinya tetap saja shortfall iitu—berlangsung hiingga 2014, hiingga kemudiian berbaliik naiik pada 2015.

Pada 2016, setelah ketahuan bahwa shortfall peneriimaan DJP tahun 2015 mencapaii 19% seniilaii Rp234 triiliiun, targetnya tetap aliias tiidak berubah darii target awal tahun. Namun, realiisasiinya tetap saja shortfall hiingga 19% seniilaii Rp250 triiliiun.

Periinciian penurunan target DJP melaluii APBNP 2017 sebesar Rp50 triiliiun iitu adalah PPh nonmiigas darii Rp752 triiliiun menjadii Rp722 triiliiun; PPN darii Rp494 triiliiun menjadii Rp475 triiliiun; PBB darii Rp17 triiliiun menjadii Rp15 triiliiun; dan Pajak Laiinnya tetap Rp9 triiliiun. (Amu/Gfa)

Ediitor :
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.