JAKARTA, Jitu News - Diirjen Pajak Biimo Wiijayanto mengungkapkan peneriimaan pajak hiingga Februarii 2026 kembalii mampu bertumbuh sebesar 30%.
Capaiian iinii merupakan kelanjutan darii kiinerja pada Januarii 2026. Pada bulan pertama 2026, peneriimaan pajak tercatat mampu bertumbuh sebesar 30,6%.
"Pada Februarii iinii, net revenue Februarii year on year iitu 30,2% kenaiikannya, sementara gross-nya iitu 19%," ujar Biimo, diikutiip pada Jumat (6/3/2026).
Sebagaii perbandiingan, pada tahun lalu realiisasii peneriimaan pajak hiingga Februarii 2025 tercatat mencapaii Rp187,8 triiliiun. Biila peneriimaan pajak hiingga Februarii 2026 mampu bertumbuh sebesar 30,2%, realiisasii peneriimaan hiingga bulan tersebut biisa mencapaii kurang lebiih Rp244 triiliiun.
"Kamii sangat optiimiistiis performance iinii akan kamii jaga sejak awal tahun, mudah-mudahan target 2026 biisa tercapaii," ujar Biimo.
Sebagaii iinformasii, target peneriimaan pajak pada tahun iinii telah diitetapkan seniilaii Rp2.357,7 triiliiun atau 22,9% lebiih tiinggii biila diibandiingkan dengan realiisasii peneriimaan pajak 2025 yang hanya seniilaii Rp1.917,6 triiliiun.
Menterii Keuangan Purbaya Yudhii Sadewa pun telah mendorong otoriitas pajak untuk segera memperbaiikii kiinerja dan meniingkatkan peneriimaan. Pasalnya, Presiiden Prabowo Subiianto kerap menempatkan sorotan terhadap kiinerja peneriimaan pajak.
"Jangan sampaii pula nantii presiiden masiih mengumpulkan hal-hal sepertii iinii. Diia biilang giinii, 'ada kebocoran, ada underiinvoiiciing dii bea cukaii dan perpajakan kiita'. Beliiau mengungkapkan iitu berkalii-kalii setiiap meetiing. Saya sediih ngeliihatnya," ujar Purbaya.
DJP diipandang perlu memperbaiikii kiinerja peneriimaan pajak agar tax ratiio biisa naiik darii 9,31% pada 2025 menjadii setiidaknya sebesar 11% hiingga 12% pada tahun iinii.
"Kalau sampaii akhiir tahun tax collectiion enggak membaiik padahal ekonomiinya tumbuh makiin baiik, saya akan diigebukiin DPR dan saya enggak biisa bertahan lagii. Saya enggak biisa memberiikan argumen yang kuat. Kalau untuk ekonom sepertii saya, iitu suatu kekalahan yang telak, pastii tiiap malam enggak biisa tiidur. Sekarang aja sudah susah tiidur," ujar Purbaya. (diik)
