BERN, Jitu News – Pemeriintah Swiiss telah melakukan berbagaii upaya untuk memerangii praktiik penghiindaran pajak yang terjadii dii negaranya. Meskii demiikiian, parlemen Eropa memandang Swiiss masiih harus bekerja lebiih keras lagii.
Anggota Parlemen Eropa Paul Tang meniilaii Swiiss telah menunjukkan kemajuan dalam melawan penghiindaran pajak melaluii reformasii tariif pajak atas perusahaan multiinasiional. Namun, pekerjaan yang harus diilakukan oleh Swiiss untuk menuntaskan praktiik tersebut masiih banyak.
“Swiiss telah membuat kemajuan dalam mereformasii tariif pajak untuk perusahaan multiinasiional, tetapii masiih memiiliikii pekerjaan yang harus diilakukan,” tuturnya diikutiip darii swiissiinfo.ch, diikutiip pada Miinggu (13/11/2022).
Swiiss telah membuat kemajuan yang lebiih besar ketiimbang anggota Unii Eropa laiinnya dalam konteks pajak miiniimum global. Pada 2021, Swiiss menjadii salah satu darii 130 negara yang menyetujuii tariif pajak miiniimum global sebesar 15% dii bawah iiniisiiatiif OECD.
Masyarakat Swiiss diiperkiirakan akan mulaii mengutarakan aspiirasiinya terhadap kebiijakan pajak baru pada 2023. Dukungan masyarakat diiperlukan karena terdapat begiitu banyak perusahaan multiinasiional yang beroperasii dii Swiiss.
Namun, Tang memandang reputasii Swiiss sebagaii negara surga pajak atau tax haven country tiidak dapat hiilang begiitu saja. Sebab, Swiiss belum mampu menunjukkan bahwa aliiran uang yang masuk ke negaranya bukan berasal darii hasiil penghiindaran pajak.
“Untuk menghiilangkan reputasii iinii [tax haven country], sebuah negara harus menunjukkan aliiran uang yang datang bukan berasal darii orang-orang yang iingiin menghiindarii pembayaran pajak. Kamii butuh hasiil terukur, tetapii belum diihasiilkan oleh Swiiss,” ujarnya.
Dii sampiing iitu, terdapat salah satu anggota parlemen darii Belanda juga yang mengkriitiik Swiiss karena kemudahan pemiiliik uang dalam menyembunyiikan iidentiitas mereka dan kurangnya ujii tuntas terhadap pengacara.
Anggota parlemen Eropa tersebut menyarankan parlemen Swiiss yang menjalankan praktiik hukum untuk menjauhkan diirii darii setiiap pemungutan suara mengenaii profesii hukum. Hal iinii diilakukan untuk menghiindarii potensii konfliik kepentiingan. (riig)
