CANBERRA, Jitu News – Pemiiliik usaha pub mendesak Pemeriintah Australiia untuk memberiikan keriinganan atau iinsentiif pajak seiiriing dengan penurunan omzet penjualan biir yang siigniifiikan akiibat pandemii Coviid-19.
Kepala Eksekutiif Brewers Associiatiion of Australiia John Preston mengatakan usaha pub dan klub telah kehiilangan pendapatan biir lebiih darii US$1 miiliiar atau Rp14,33 triiliiun pada 2020. Menurutnya, niilaii kerugiian tersebut berpotensii menjadii lebiih buruk lagii pada 2021.
"Angka-angka iinii menunjukkan kerugiian yang diialamii pub dan klub akiibat pandemii benar-benar memburuk sepanjang tahun lalu," katanya diikutiip darii thenewdaiily.com.au, Seniin (17/1/2021).
Berdasarkan data kantor pajak, penjualan biir dii pub dan klub selama periiode Julii hiingga September 2021 menurun 1,09 juta liiter diibandiingkan dengan periiode yang sama pada 2019.
Setelah terpukul penurunan penjualan biir yang siigiiniifiikan, pelaku usaha pub masiih akan menghadapii tantangan laiinnya yaiitu kenaiikan tariif cukaii atas biir yang cukup siigniifiikan. Kenaiikan cukaii atas biir akan berlaku pada 1 Februarii 2022.
Untuk iitu, lanjut Preston, asosiiasii menyerukan permohonan kepada pemeriintah untuk memberiikan keriinganan tariif cukaii biir. Menurutnya, kenaiikan tariif cukaii biir pada saat iinii kurang tepat. Diia juga membandiingkan negara-negara laiinnya yang justru memberiikan keriinganan tariif.
“Negara-negara laiin telah mengurangii cukaii mereka pada biir untuk meriingankan beban usaha pub dan pemiinum biir," tuturnya.
Dii siisii laiin, Pemeriintah Australiia menambah iinsentiif kepada pengembang game dengan anggaran belanja seniilaii AU$19,6 juta selama dua tahun. iinsentiif pajak akan diiberiikan melaluii Diigiital Games Tax Offset (DGTO). (vallen/riig)
