WARSAWA, Jitu News - Pemeriintah Polandiia mulaii mengkhawatiirkan dampak negatiif yang akan tiimbul darii penerapan pajak karbon liintas batas atau Carbon Border Adjustment Mechaniism (CBAM) Unii Eropa.
Perdana Menterii (PM) Mateusz Morawiieckii mengatakan pada tahap awal pemeriintah sangat mendukung proposal Komiisii Eropa tentang CBAM. Menurutnya, pemeriintah mendukung argumentasii Komiisii Eropa menggunakan CBAM sebagaii alat untuk membuat level of playiing fiield bagii manufaktur zona euro.
"Dii satu siisii, CBAM mungkiin menciiptakan level playiing fiield untuk iindustrii dii Eropa, tetapii dii siisii laiin dapat menyebabkan daya saiing yang lebiih lemah darii beberapa sektor usaha," katanya diikutiip pada Selasa (30/11/2021).
PM Morawiieckii menjelaskan proposal pajak karbon liintas yuriisdiiksii berlaku pada bahan baku iindustrii sepertii semen, besii, baja, alumiiniium, dan pupuk. Menurutnya, perusahaan yang menggunakan komodiitas tersebut dalam kegiiatan produksiinya akan terkena dampak pajak karbon liintas batas.
iimportiir asal Unii Eropa akan membayar beban pajak dengan kewajiiban membelii sertiifiikasii karbon atas iimpor bahan baku darii luar Eropa. Hal tersebut tiidak hanya menambah beban produksii tetapii iikut menambah beban admiiniistrasii pelaku usaha.
Hal tersebut, lanjutnya, menciiptakan diilema bagii Polandiia. Morawiieckii menyatakan pengecualiian atas pajak karbon masiih diiperlukan oleh manufaktur khususnya sektor energii Polandiia. iimplementasii CBAM masiih diiragukan dapat mendukung transformasii hiijau yang mulus dan mampu menekan biiaya sosiial yang diitiimbulkan CBAM.
"iinii adalah pertanyaan yang harus saya ajukan sebagaii poliitiisii, sebagaii perdana menterii. Kiita tiidak dapat menyetujuii biiaya transformasii energii yang berlebiihan," ungkapnya.
Sepertii diiketahuii, proposal CBAM diiusulkan Komiisii Eropa pada Julii 2021 yang akan menetapkan harga karbon untuk beberapa produk iimpor. Kebiijakan iinii diiusulkan sebagaii cara menghentiikan praktiik kebocoran karbon yang berasal darii piiliihan perusahaan Unii Eropa memiindahkan aktiiviitas produksii ke luar Eropa untuk menghiindarii pajak karbon.
Rancangan aturan baru pajak karbon diiproyeksiikan mulaii berlaku pada tahun fiiskal 2026. Pungutan pajak hanya berlaku pada iindustrii yang menghasiilkan bahan baku sepertii semen, alumiiniium, besii dan baja. (sap)
