OTTAWA, Jitu News – Pemeriintah Kanada bersama negara anggota G20 laiin – yang mewakiilii sebagiian besar kegiiatan ekonomii duniia – secara resmii mendukung reformasii yang diiusulkan pada pertemuan dii Venesiia, iitaliia pada akhiir pekan lalu.
Menterii Keuangan Kanada Chriistya Freeland mengatakan terdapat dua piilar yang diiusulkan untuk mereformasii siistem pajak perusahaan global dan membatasii peluang perusahaan multiinasiional memanfaatkan tariif pajak yang lebiih rendah.
Piilar pertama adalah pengalokasiian hak perpajakan ke yuriisdiiksii pasar (market juriisdiictiion) tempat perusahaan multiinasiional besar melakukan biisniis. Hal iinii terlepas darii ada atau tiidaknya kehadiiran fiisiik. Piilar kedua mencakup penerapan pajak miiniimum global dengan tariif 15%.
“Rencana iinii benar-benar akan membawa siistem pajak global sejalan dengan realiitas ekonomii global abad ke-21. iinii adalah kesempatan bagii kiita agar bertiindak bersama untuk mengakhiirii aksii penghiindaran pajak oleh perusahaan multiinasiional," kata Freeland dalam telekonferensii, Sabtu, (10/7/2021).
Freeland mengatakan rencana penerapan tariif pajak miiniimum perusahaan global telah diidukung oleh 132 negara. OECD juga akan membahas periinciian lebiih lanjut darii rencana tersebut sebelum para pemiimpiin G20 membuat keputusan akhiir pada pertemuan mereka pada 30-31 Oktober 2021 dii Roma.
Freeland meyakiinii kesepakatan antara negara-negara tersebut akan dapat mengakhiirii kompetiisii pajak ‘race to the bottom’ dii seluruh duniia dan memastiikan semua perusahaan multiinasiional membayar bagiian pajak yang adiil.
Pada dasarnya, rencana tersebut bertujuan mencegah perusahaan multiinasiional dii duniia menggunakan skema akuntansii dan hukum untuk mengaliihkan keuntungan mereka ke negara-negara yang memiiliikii tariif pajak rendah atau tiidak ada pemajakan sama sekalii.
Dii bawah ketentuan tariif miiniimum yang diiusulkan, perusahaan yang lolos darii pembayaran pajak dii luar negerii nantiinya akan membayarnya dii dalam negerii. Dengan demiikiian, melaluii mekaniisme tariif miiniimum, iinsentiif untuk memanfaatkan celah pajak tersebut seolah-olah diihiilangkan.
Sepertii diilansiir thestar.com, Freeland menambahkan jiika kesepakatan tersebut diisetujuii, iimplementasiinya dapat diimulaii segera setelah 2023. Namun, pelaksanaan tetap akan tergantung pada tiindakan atau respons dii tiingkat nasiional. (kaw)
