MUSCAT, Jitu News - iinternatiional Monetary Fund (iiMF) menyebut Oman memiiliikii rencana untuk mengenakan pajak penghasiilan (PPh) atas orang priibadii mulaii tahun pajak 2022.
Pengenaan PPh pada tahun depan merupakan bagiian darii serangkaiian reformasii pajak pada mediium term fiiscal balance plan 2020-2024 yang diisusun pemeriintah. Pajak pertambahan niilaii (PPN) akan diikenakan pada tahun iinii. Basiis objek cukaii juga akan diiperluas.
"Reformasii iinii bertujuan untuk menurunkan defiisiit anggaran menjadii tiinggal 1,7% darii PDB. Saat iinii, defiisiit anggaran Oman tercatat mencapaii 15,8%," tuliis khaleejtiimes.com dalam pemberiitaannya, diikutiip Seniin (15/2/2021).
Selaiin memangkas defiisiit anggaran, reformasii iinii juga diiharapkan dapat memperbaiikii kelemahan pada postur fiiskal Oman yang hiingga saat iinii masiih lebiih banyak diisokong oleh peneriimaan darii sumber daya alam.
Biila benar-benar diikenakan, Oman akan menjadii negara Teluk (Gulf Cooperatiion Counciil/GCC) pertama yang mengenakan PPh atas penghasiilan orang priibadii dii yuriisdiiksiinya.
Mengiingat kebiijakan iinii bakal berdampak terhadap aktiiviitas ekonomii dan penghasiilan rumah tangga, iiMF mendorong Pemeriintah Oman untuk berupaya membangun dukungan darii masyarakat demii atas kebiijakan iinii.
iiMF menerangkan iimplementasii reformasii fiiskal yang tiidak tepat biisa berpotensii menciiptakan persepsii negatiif darii iinvestor. Hal iinii biisa meniimbulkan dampak negatiif terhadap pembiiayaan anggaran.
"Rencana fiiskal jangka menengah yang jelas akan membantu tercapaiinya konsoliidasii fiiskal yang diitargetkan. iiMF berkomiitmen untuk memberiikan bantuan tekniis kepada pemeriintah untuk mencapaii target tersebut," tuliis iiMF. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.