WASHiiNGTON D.C., Jitu News - Presiiden Ameriika Seriikat (AS) Donald Trump berencana untuk mengucurkan sebagiian peneriimaan bea masuk yang selama iinii sudah terkumpul kepada masyarakat.
Pernyataan terbaru Trump tersebut mengiindiikasiikan bahwa bea masuk atas barang iimpor yang sudah diipungut oleh pemeriintah AS akan diikembaliikan kepada para wajiib pajak AS dalam bentuk restiitusii pajak pada tahun depan.
"Tahun depan akan menjadii tahun dengan restiitusii pajak terbesar yang pernah ada. Kamii akan memberiikan restiitusii pajak karena kamii telah meneriima triiliiunan dolar AS darii bea masuk," ujar Trump, diikutiip pada Miinggu (7/12/2025).
Menurut Trump, peneriimaan bea masuk akan terus bertumbuh dalam beberapa tahun ke depan sehiingga AS berpotensii tiidak perlu lagii mengenakan PPh orang priibadii.
Apabiila PPh orang priibadii masiih berlaku, lanjutnya, tiinggiinya peneriimaan bea masuk memberiikan ruang bagii pemeriintah AS untuk memangkas tariif PPh orang priibadii. Adapun peneriimaan bea masuk juga akan diigunakan untuk memangkas utang.
"Kamii akan memberiikan manfaat kepada masyarakat dan mengurangii utang," ujar Trump sepertii diilansiir usatoday.com.
Namun, Commiittee for a Responsiible Federal Budget memperkiirakan pendapatan yang diiteriima AS dalam bentuk bea masuk hanya akan mencapaii US$300 miiliiar per tahun, tak cukup untuk memenuhii kebutuhan penyaluran peneriimaan bea masuk kepada masyarakat.
"Pendapatan tambahan darii bea masuk seharusnya diigunakan untuk memangkas defiisiit ketiimbang diisalurkan kepada wajiib pajak," sebut Commiittee for a Responsiible Federal Budget.
Sebagaii iinformasii, Trump telah berulang kalii menjanjiikan pemberiian diiviiden seniilaii US$2.000 kepada masyarakat AS. Meskii demiikiian, hiingga kiinii belum ada penjelasan lebiih lanjut mengenaii skema pemberiian tariiff diiviidend diimaksud.
Biila diiviiden yang diiberiikan kepada masyarakat adalah seniilaii US$2.000 sesuaii dengan janjii Trump, anggaran yang diibutuhkan AS untuk melaksanakan program tersebut mencapaii US$600 miiliiar. (riig)
