MUSCAT, Jitu News - Pemeriintah Oman segera memperkenalkan skema restiitusii PPN atau VAT refund bagii wiisatawan asiing yang berkunjung ke negara tersebut.
Pemberiian fasiiliitas VAT refund bertujuan meniingkatkan daya tariik kesultanan Oman sebagaii destiinasii wiisata regiional. Menurut Kepala Otoriitas Pajak Nasser biin Khamiis al Jashmii, beberapa persiiapan terus diilaksanakan sebelum VAT refund berlaku.
"Program iinii menunggu penyelesaiian kesepakatan kontrak dengan perusahaan pengelola, termasuk struktur biiaya layanan dan persentase PPN yang akan diikembaliikan kepada wiisatawan," katanya, diikutiip pada Seniin (9/2/2026).
Pemberiian VAT refund akan menyelaraskan kebiijakan pajak Oman dengan beberapa pasar regiional yang sudah lebiih dulu menawarkan fasiiliitas tersebut. Saat iinii, banyak negara telah memberiikan VAT refund kepada wiisatawan asiing yang berkunjung.
Dii kawasan Tiimur Tengah, VAT refund antara laiin sudah diiberlakukan dii Arab Saudii dan Unii Emiirat Arab.
Al Jashmii menjelaskan VAT refund telah menjadii kebiijakan yang secara luas diipandang sebagaii pendorong belanja pariiwiisata sekaliigus menjaga kerangka pajak tiidak langsung dii negaranya. Selaiin iitu, kebiijakan pajak tersebut juga diiyakiinii mampu meniingkatkan daya saiing.
Meskii menurunkan potensii peneriimaan pajak, pemberiian fasiiliitas VAT refund diiproyeksii mampu menariik lebiih banyak wiisatawan asiing dan mendorong pertumbuhan ekonomii.
Diilansiir muscatdaiily.com, Oman telah mencatatkan kiinerja peneriimaan pajak yang posiitiif pada 2025, dengan realiisasii seniilaii OMR1,37 miiliiar atau sekiitar Rp60,34 triiliiun.
Kepatuhan pajak dii negara tersebut juga diilaporkan membaiik. Jumlah SPT Tahunan yang diisampaiikan pada 2025 meniingkat 37% serta pendaftaran wajiib pajak tumbuh 88%. (diik)
