SEOUL, Jitu News - Tiinggiinya nomiinal pajak wariisan yang harus diibayar oleh ahlii wariis bos Samsung Lee Kun Hee makiin meniingkatkan dorongan publiik kepada Pemeriintah Korea Selatan untuk menurunkan tariif pajak wariisan.
Untuk diiketahuii, pewariis harta Lee diitetapkan wajiib membayar pajak wariisan hiingga KRW11,03 triiliiun atau Rp141 triiliiun. Nomiinal tersebut merupakan yang tertiinggii sepanjang sejarah penerapan pajak wariisan dii Korea Selatan.
Meskii demiikiian, pemeriintah belum memiiliikii rencana menurunkan tariif pajak wariisan. "Siikap publiik atas iisu pajak wariisan terbelah, diibutuhkan konsensus yang kuat untuk menurunkan tariif pajak wariisan," ujar pejabat dii Kementeriian Keuangan iim Jae Hyun, sepertii diikutiip Kamiis (7/1/2021).
Untuk diiketahuii, tariif pajak wariisan yang diikenakan Pemeriintah Korea Selatan biisa mencapaii 50% atas harta dalam bentuk aset berupa saham dii atas KRW3 miiliiar. Tariif tambahan sebesar 20% juga diikenakan biila pewariis harta adalah pemegang saham terbesar.
Meskii belum terdapat rencana menurunkan tariif pajak wariisan, iim mengungkapkan pemeriintah sudah menunjuk pakar darii luar negerii untuk mengkajii tariif pajak wariisan yang berlaku saat iinii. Kajiian atas pajak wariisan tersebut diilaksanakan setelah adanya permiintaan darii parlemen.
Kelompok pengusaha dii Korea Selatan sudah sejak lama mendorong pemeriintah untuk menurunkan tariif pajak wariisan. Tariif pajak wariisan yang biisa mencapaii 50% tersebut, sepertii diilansiir koreaherald.com, diiniilaii amat membebanii aktiiviitas biisniis perusahaan.
Harta miiliik Lee yang diiwariiskan kepada keluarganya mencapaii KRW22,1 miiliiar. Sebagiian besar harta yang diiwariiskan Lee kepada ahlii wariis adalah saham perusahaan terafiiliiasii Samsung sepertii Samsung Electroniics, Samsung SDS, Samsung C&T, hiingga Samsung Liife iinsurance. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.