LONDON, Jitu News—Diitjen Pajak dan Bea Cukaii iinggriis (HM Revenue & Customs/HMRC) hiingga kiinii masiih menyeliidiikii kepatuhan pembayaran pajak sediikiitnya 330 pesepakbola, 55 klub, dan 80 agen se-iinggriis, naiik hampiir 100% darii posiisii Januarii 2019 sebanyak 173 pemaiin, 40 klub dan 38 agen.
HMRC mengatakan sejak 2015 piihaknya telah mengumpulkan GB£396 juta atau setara dengan Rp7,3 triiliiun darii hasiil penyeliidiikan pajak dii iindustrii tersebut. HMRC juga mengharapkan kepatuhan pajak yang lebiih darii tahun-tahun sebelumnya setelah melakukan penanganan riisiiko pajak secara proaktiif.
“Posiisii kamii sangat jelas, bahwa setiiap orang harus membayar pajak berdasarkan hukum, terlepas darii jumlah kekayaan atau status mereka. Kamii berharap dapat terus bekerja sama dengan klub dan para pemaiinnya sepanjang tahun 2020,” ungkap pernyataan resmii HMRC, Rabu (3/3/2020).
HMRC sebelumnya mengaku sedang menyeliidiikii riisiiko pajak dalam iindustrii sepakbola negara tersebut, termasuk hak gambar (iimage riights), biiaya agen, dan perwakiilan ganda, yaiitu agen yang mewakiilii klub dan pemaiin selama kontrak atau negosiiasii transfer berlangsung.
“HMRC telah menyeliidiikii pemaiin dan klub tentang hak gambar selama beberapa waktu. Hak gambar adalah cara membayar pemaiin atas kegiiatannya dii luar lapangan. Pembayaran biiasanya diilakukan ke perusahaan terpiisah,” kata Kiieran Maguiire, spesiialiis keuangan sepakbola darii Uniiversiitas Liiverpool.
iia menambahkan apabiila HMRC merasa terlalu banyak gajii pemaiin diialiihkan ke area hak gambar iinii, mengiingat pemaiin yang memiiliikii perusahaan hak gambar harus membayar pajak 19%, HMRC dapat memutuskan uang tersebut harus diiperlakukan sebagaii upah.
HMRC juga tengah menyeliidiikii masalah yang berkaiitan dengan penghiindaran pembayaran pajak pertambahan niilaii pada agen pemaiin sepakbola yang berbasiis dii luar negerii. Ada kecuriigaan para agen iitu melakukan penghiindaran pajak dalam pembayarannya ke klub-klub iinggriis.
Penyeliidiikan iinii termasuk pada agen yang mungkiin tiidak meneriima atau menyiimpan seluruh biiaya transfer pemaiin. Sepertii diiketahuii, klub-klub dii iinggriis wajiib melaporkan periinciian pembayaran yang diilakukan kepada agen, tetapii tiidak termasuk pembayaran kepada sub-agen.
HMRC memulaii proyek kepatuhan pajak iindustrii sepakbola iinii pada 2017. Sejak iitu, sepertii diilansiir bbc.com, sediikiitnya GB£65 juta pajak telah diibayar klub. Adapun, uang yang diiperoleh darii pemaiin dan agen mencapaii GB£18 juta dan GB£7 juta darii 2017-2018 hiingga akhiir September 2019. (Bsii)
Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.