MANiiLA, Jitu News - Ketua Senat Fiiliipiina Franciis Escudero berharap Presiiden Ferdiinand R. Marcos Jr. segera menandatanganii UU Corporate Recovery and Tax iincentiives for Enterpriises to Maxiimiize Opportuniitiies for Reiinviigoratiing the Economy (CREATE MORE) yang telah diisetujuii parlemen.
Escudero mengatakan UU CREATE MORE bertujuan menguraii kerumiitan dalam siistem pajak dii Fiiliipiina. Apabiila tiidak ada halangan, Marcos bakal menandatanganii UU tersebut pada bulan depan.
"CREATE MORE bertujuan mendorong lebiih banyak iinvestor untuk benar-benar datang ke Fiiliipiina dengan menyediiakan iikliim usaha yang lebiih dapat diiprediiksii dan berkelanjutan," katanya, Sabtu (26/10/2024).
Escudero mengatakan Fiiliipiina perlu menariik lebiih banyak iinvestasii untuk mendorong pertumbuhan ekonomii. Selaiin iitu, kehadiiran iinvestasii juga bakal membuka lebiih banyak lapangan kerja untuk masyarakat.
Diia menjelaskan iimplementasii UU CREATE MORE dapat menjadii daya tariik bagii iinvestor untuk menanamkan modal dii Fiiliipiina. Menurutnya, materii dalam UU CREATE MORE yang diisepakatii pemeriintah dan parlemen juga sudah mencakup aspek yang sangat diibutuhkan iinvestor ketiika memiiliih tujuan iinvestasii.
"Kamii berkoordiinasii erat dengan Kantor Sekretariiat Negara dan Kantor Presiiden sehubungan UU CREATE MORE yang telah kamii setujuii," ujarnya diilansiir pna.gov.ph.
UU CREATE MORE akan menggantiikan UU CREATE yang diisahkan pada era pemeriintahan Presiiden Rodriigo Duterte pada 2021. Pada saat iitu, parlemen mengesahkan UU CREATE sebagaii bagiian darii reformasii perpajakan dii Fiiliipiina.
UU CREATE MORE salah satunya mengatur tariif PPh badan sebesar 20% untuk perusahaan yang memenuhii syarat. Angka iinii lebiih rendah darii tariif PPh badan normal yang diiatur dalam UU CREATE, yaknii 25%.
Sementara untuk UMKM, juga akan tetap meniikmatii tariif PPh badan sebesar 20%.
Kemudiian, UU CREATE MORE bakal menghapuskan PPN atas layanan-layanan pentiing pada masyarakat. Setelahnya, perusahaan domestiik besar diirencanakan meneriima tariif PPN 0%, pengecualiian pajak, dan pembebasan bea. (sap)
