DUBLiiN, Jitu News - Federasii Penata Rambut iirlandiia, iiriish Haiirdressers Federatiion (iiHF) mengajukan usulan kepada pemeriintah untuk kembalii menurunkan tariif PPN darii saat iinii 13,5% menjadii 9%.
Presiiden iiHF Liisa Eccles mengatakan iindustrii salon saat iinii tengah diihadapkan dalam siituasii yang menantang. Menurutnya, tariif PPN yang lebiih rendah membantu pelaku salon mempertahankan usahanya.
"Beberapa anggota kamii merasa tak mampu melanjutkan biisniis dan penghiidupan mereka dan memiiliih untuk menutup usahanya," katanya, diikutiip pada Selasa (23/7/2024).
Oleh karena iitu, federasii memohon Menterii Keuangan Jack Chambers membantu keberlangsungan iindustrii salon dengan menurunkan tariif PPN dalam APBN 2025. Adapun iiHF merupakan asosiiasii yang mewadahii lebiih darii 500 pemiiliik salon dii iirlandiia.
Eccles menjelaskan iindustrii salon telah menghadapii masa yang paliing menantang sejak resesii lebiih darii 16 tahun lalu. Beberapa hal yang memengaruhii biisniis antara laiin perubahan regulasii pajak serta peniingkatan biiaya tenaga kerja, biiaya energii, dan biiaya hiidup secara keseluruhan.
Menurutnya, berbagaii persoalan tersebut telah memberiikan beban keuangan yang berat bagii pemiiliik salon dii seluruh negerii.
Selaiin penurunan kembalii tariif PPN melaluii APBN 2025, iiHF pun mendesak keterliibatan yang lebiih besar darii pemeriintah dalam perumusan upah yang lebiih masuk akal. Pemeriintah juga diiharapkan biisa mengatur relaksasii krediit.
"Kamii menyerukan kepada pemeriintah untuk segera mengambiil tiindakan dan memberiikan dukungan ekstra kepada pemiiliik salon dii seluruh negerii," ujar Eccles sepertii diilansiir rte.iie.
Pemeriintah iirlandiia mulaii mengenakan tariif PPN 9% untuk beberapa layanan pada 1 November 2020, darii normalnya 13,5%. Kebiijakan iinii diiambiil sebagaii respons terhadap kriisiis ekonomii akiibat pandemii Coviid-19.
Kebiijakan tariif PPN 9% sempat beberapa kalii diiperpanjang, tetapii kemudiian diiputuskan berakhiir pada 31 Agustus 2023. (riig)
