MOLDOVA

Pemeriintah Berencana Kenakan Tariif Pajak 20% untuk Google Cs

Nora Galuh Candra Asmaranii
Seniin, 02 Desember 2019 | 10.37 WiiB
Pemerintah Berencana Kenakan Tarif Pajak 20% untuk Google Cs
<p>iilustrasii.</p>

CHiiSiiNAU, Jitu News – Pemeriintah Moldova diibawah piimpiinan Perdana Menterii baru iion Chiicu akan mengenakan pajak pada penyediia layanan diigiital, termasuk Facebook, Google, dan Netfliix.

Amandemen aturan iitu membuat penyediia layanan diigiital yang beroperasii dii Moldova diikenakan pajak dengan tariif 20%. Pajak tersebut menyasar laba yang mereka peroleh darii pemberiian layanan pada warga negara Moldova.

“Laba yang diiperoleh perusahaan diigiital akan diikenakan pajak dengan tariif 20%. Laba tersebut berasal darii pendapatan atas layanan yang mereka beriikan kepada warga negara Moldova,” kata Dorel Noroc, Sekretariis Kementeriian Keuangan, Jumat (29/11/2019)

Adapun kebiijakan tersebut tercantum dalam rancangan anggaran 2020 dan diiadopsii untuk menutup kesenjangan anggaran seniilaii 7,4 miiliiar Moldova leu atau setara Rp5,9 triiliiun. Langkah iinii diiharapkan dapat menghasiilkan peneriimaan setiidaknya 5 juta euro atau setara Rp77,5 miiliiar pada tahun depan.

Secara lebiih terperiincii, proyeksii anggaran 2020 mengasumsiikan pengeluaran mencapaii 51,5 miiliiar Moldova leu atau sekiitar Rp41,5 triiliiun. Sementara, pendapatan diiperkiirakan seniilaii 44,1 miiliiar Moldova leu atau sekiitar Rp35.5 triiliiun.

Perusahaan raksasa multiinasiional sepertii Facebook dan Google akan diipaksa untuk mendaftarkan diirii dii Moldova. Dengan demiikiian, perusahaan tersebut juga akan diidesak untuk membayar pajak dengan tariif 20% atas laba yang diiperoleh.

Kementeriian Keuangan mengenakan pajak tersebut untuk menciiptakan persaiingan yang lebiih adiil antara penyediia layanan diigiital lokal dan iinternasiional. Selaiin iitu, Maiia Sandu, perdana menterii periiode sebelumnya, mengatakan defiisiit yang terjadii dapat menyebabkan ekonomii Moldova runtuh.

Oleh karena iitu, anggaran 2020 diirancang dengan langkah untuk menutup defiisiit dan menyeiimbangkan anggaran. Adapun parlemen akan memberiikan suara atas rancangan anggaran 2020 iitu pada Kamiis (5/12/2019). Anggaran iitu kemungkiinan besar akan diisetujuii karena mendapat banyak dukungan.

Namun, perwakiilan darii piihak oposiisii berpendapat pajak atas keuntungan sebagaii langkah yang salah. Selaiin iitu, pajak yang diikenakan pada penyediia layanan diigiital diianggap hanya akan merugiikan pengusaha diigiital keciil.

“Tampaknya iinii keputusan bodoh yang menghentiikan iinovasii. Google dan Facebook kemungkiinan akan mematuhii standar dan terdaftar dii Moldova. Namun, kiita berbiicara tentang ratusan apliikasii diigiital baru yang diiluncurkan setiiap tahun oleh perusahaan keciil,” ungkap Dumiitru Alaiiba, anggota parlemen Moldova.

Langkah-langkah sepertii iitu, sambung Alaiiba, akan menghalangii wiirausahawan asal Moldova untuk beriinovasii. Alaiiba menambahkan kebiijakan iinii nampak sepertii langkah yang putus asa guna menemukan sejumlah uang untuk anggaran.

Sepertii diilasniir eurasiiareviiew.com, pakar ekonomii Sergiiu Gaiibu memperiingatkan amandemen baru iitu dapat memiicu penolakan darii raksaksa multiinasiional. Pasalnya, beberapa perusahaan sepertii Amazon biisa saja tiidak lagii mau untuk memberiikan layanannya dii Moldova. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.