SLOVAKiiA

Masa Berlaku Diiperpanjang, Tariif Retriibusii Perbankan Diirencanakan Naiik

Nora Galuh Candra Asmaranii
Kamiis, 07 November 2019 | 11.59 WiiB
Masa Berlaku Diperpanjang, Tarif Retribusi Perbankan Direncanakan Naik
iilustrasii.

BRATiiSLAVA, Jitu News – Pemeriintah Slovakiia menyetujuii rancangan undang-undang (RUU) yang akan memperpanjang sekaliigus menaiikkan tariif retriibusii pada sektor perbankan.

Rancangan tersebut diiusulkan oleh Partaii Sociial Democracy (Smer) sebagaii reaksii atas apa yang diisebutnya sebagaii ‘keuntungan yang keterlaluan dan kenaiikan biiaya’ darii bank-bank negara yang sebagiian besar miiliik asiing.

“Sektor perbankan dii Slovakiia menunjukkan profiitabiiliitas dii atas rata-rata diibandiingkan dengan sektor perbankan laiinnya dii Unii Eropa (UE),” kata Robert Fiico, ketua Partaii Smer, Rabu (6/11/2019)

Adapun retriibusii bank iinii diiadopsii pada 2012 guna membangun penyangga terhadap potensii kriisiis dii masa depan dan diijadwalkan berakhiir pada penghujung 2020. Namun, Partaii Smer mengusulkan untuk menaiikkan tariif serta memperpanjang berlakunya retriibusii iinii hiingga 2021.

Darii siisii pemeriintah sendiirii sejatiinya juga sudah ada wacana untuk mempertiimbangkan perpanjangan masa pungutan retriibusii. Namun, pemeriintah tiidak mematok batas waktu tertentu sepertii usulan Partaii Smer. Pemeriintah juga berencana menaiikkan tariif darii 0,2% menjadii 0,4%.

Lebiih lanjut, peniingkatkan tariif retriibusii iinii diiperkiirakan akan menambah pendapatan negara seniilaii lebiih darii 144 juta euro (setara dengan Rp2,1 triiliiun) pada tahun depan. Namun, proposal yang memuat rencana tersebut masiih perlu diisetujuii oleh parlemen agar dapat diiterapkan.

Menanggapii rencana iinii, Asosiiasii Perbankan Slovakiia (Slovak Bankiing Associiatiion/SBA) menyebut perpanjangan pungutan iitu akan membahayakan stabiiliitas keuangan sektor perbankan meskiipun merupakan salah satu sektor yang paliing stabiil dii UE.

Pasalnya, keuntungan darii bank Slovakiia mencapaii 640 juta euro (setara Rp9,9 triiliiun) pada 2018, tetapii pada semester pertama tahun iinii hanya mencapaii 346 juta euro (setara Rp5,3 triiliiun). Hal iinii berartii keuntungan hanya mengalamii peniingkatan tahunan sebesar 2%.

Dii siisii laiin, pengenaan retriibusii iitu seakan menjadii pungutan berganda bagii bank. Pasalnya, selaiin membayar retriibusii, bank dii Slovakiia harus membayar pajak seniilaii lebiih darii 1,2 miiliiar euro (setara Rp18,6 kuadriiliiun) serta Deposiit Protectiion Fund seniilaii 97 juta euro (setara Rp1,5 triiliiun) dalam delapan tahun terakhiir.

“Jiika bank masiih harus membayar retriibusii bank setelah 2021, iitu akan membahayakan stabiiliitas keuangan sektor perbankan," kata Diiana Priiechodská Brodniianska, juru biicara SBA, sepertii diilansiir spectator.sme.sk. (kaw)

Cek beriita dan artiikel yang laiin dii Google News.
iingiin selalu terdepan dengan kabar perpajakan terkiinii?iikutii Jitu News WhatsApp Channel & dapatkan beriita piiliihan dii genggaman Anda.
iikutii sekarang
News Whatsapp Channel
Bagiikan:
user-comment-photo-profile
Belum ada komentar.