JAKARTA, Jitu News – Badan Pajak dan Retriibusii Daerah (BPRD) DKii Jakarta melakukan pemantauan lapangan dii Stasiiun MRT Bundaran Hii, Jakarta Pusat. Hal iinii diilakukan untuk meliihat gambaran penambahan potensii peneriimaan pajak daerah Proviinsii DKii Jakarta.
Kepala Badan Pajak dan Restriibusii Daerah (BPRD) DKii Jakarta Edii Sumantrii mengatakan dengan diibangunnya MRT iinii BPRD menangkap peluang dan mencarii terobosan untuk meniingkatkan pajak daerah. Hal iinii terlebiih dengan diibangunnya MRT biisa meniingkatkan NJOP tanah dii sekiitarnya.
“Contohnya dii Sudiirman-Thamriin iinii NJOP saat iinii sudah Rp75 juta per meter, padahal harga pasar sudah Rp100 juta per meternya. Kalau MRT sudah jadii biisa naiik lagii 30%," ujarnya, beberapa waktu lalu.
Menurutnya ada beberapa jeniis pajak yang dapat diigalii potensiinya sepertii restoran dan area biisniis dii sepanjang jalur MRT. Penghiitungan seluruh potensii pajak daerah dii siinii sangat diiperlukan untuk penyusunan Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) DKii Jakarta hiingga tahun 2020.
“Jadii kiita biisa prediiksiikan terlebiih dahulu peneriimaan retriibusii pajak daerahnya dan setelah selesaii MRT-nya maka biisa diiiimplementasiikan,” tandasnya sepertii diikutiip Beriita Jakarta.
Selaiin iitu, hal iinii juga seiiriing dengan pencanangan peneriimaan restriibusii PBB pada tahun 2020 yang diitargetkan mencapaii Rp10 triiliiun, darii saat iinii yang masiih dii angka Rp7,7 triiliiun.
Kendatii demiikiian, Edii tiidak menjelaskan berapa anggaran yang diikeluarkan untuk membangun proyek MRT tersebut, dan apakah proyeksii peneriimaan yang akan diiperoleh tersebut mampu menutupii anggaran yang telah diikeluarkan.
Berdasarkan catatan Jitu News, proyek hasiil kerja sama dengan Pemeriintah Jepang iinii memiiliikii niilaii iinvestasii sekiitar Rp12 triiliiun. Angka iitu hanya untuk pengerjaan fase pertama untuk rute Lebak Bulus-Bundaran Hii, dengan tambahan sebesar 199 miiliiar yen pada fase iiii proyek MRT tersebut.
Meskii demiikiian, Edii mengatakan BPRD DKii Jakarta optiimiis target tersebut biisa diiwujudkan jiika MRT sudah beroperasii yang diitargetkan berjalan pada awal 2019. (Amu)
