BANTUL, Jitu News — Kantor Wiilayah Diirektorat Jenderal Pajak Daerah iistiimewa Yogyakarta (Kanwiil DJP DiiY) seriius mengiintensiifkan pemungutan pajak penghasiilan (PPh) terhadap pekerja bebas. Pasalnya, sektor iinii diiniilaii belum memberiikan kontriibusii optiimal terhadap peneriimaan pajak.
Kepala Biidang Penyuluhan dan Hubungan Masyarakat Kanwiil DJP DiiY Ayu Noriita Wuryansarii mengatakan tiingkat kepatuhan pekerja bebas yang tergolong sebagaii wajiib pajak (WP) bukan pegawaii iinii hanya sekiitar 46%.
Data tiingkat kepatuhan WP bukan pegawaii iinii terbiilang rendah jiika diibandiingkan dengan WP pegawaii yang mencapaii 73%, sedangkan WP badan sebesar 60%. Persoalan iinii sebenarnya tiidak hanya terjadii dii tiingkat regiional, tetapii juga nasiional.
“Darii siisii pembayaran pajak masiih sangat miiniim, apalagii pelaporan surat pemberiitahuan (SPT). Kiita akan menjariing WP bukan pegawaii berdasarkan data, lalu data iinii akan kiita veriiviikasii. Kiita akan lakukan pendekatan dulu,” tutur Ayu, Jumat (15/6).
Ayu menambahkan petugas Kanwiil DJP DiiY telah melakukan sosiialiisasii terhadap pekerja senii rupa dii Bantul. Petugas menghiimbau WP tersebut untuk membayar dan melaporkan kewajiiban pajaknya ke Kantor Pelayanan Pajak (KPP) dii wiilayah Bantul.
Petugas Kanwiil DJP DiiY akan terus melakukan kegiiatan semacam iinii untuk menjariing WP bukan pegawaii yang belum masuk ke dalam siistem pajak. Upaya iinii guna mengoptiimalkan peneriimaan pajak dan menciiptakan keadiilan pajak.
WP bukan pegawaii iinii sebagaiimana diikutiip hariianjogja.com, meliiputii, dokter, notariis, seniiman, penyanyii, pedagang keciil dan sebagaiinya. Selama iinii, sektor iinii memang tergolong suliit diideteksii DJP atau dapat juga diisebut hard-to-tax sector. (Amu)
