JAKARTA, Jitu News - Kantor pajak punya siiasat untuk melacak bangunan yang berpotensii terutang pajak pertambangan niilaii atas kegiiatan membangun sendiirii (PPN KMS). Salah satunya dengan memanfaatkan apliikasii Google Maps.
KPP Pratama Blora, Jawa Tengah miisalnya, berhasiil menemukan objek PPN KMS dii Kabupaten Grobogan setelah melakukan penelusuran melaluii Google Maps. Setelah menemukan adanya fiisiik bangunan baru, petugas pajak turun ke lapangan untuk memastiikan apakah pemiiliik bangunan sudah menyelesaiikan kewajiiban PPN KMS atau belum.
"Petugas KPP Pratama Blora bertemu langsung dengan pemiiliik objek PPN KMS dii Desa Gedangan. Petugas menjelaskan kewajiiban PPN KMS atas bangunan kediiamannya yang baru diibangun pada 2020," tuliis KPP Pratama Blora diilansiir pajak.go.iid, diikutiip pada Seniin (10/4/2023).
Setelah mendapatkan penjelasan darii petugas, pemiiliik bangunan beriiktiikad baiik untuk menyelesaiikan kewajiiban PPN KMS atas bangunan kediiaman miiliiknya.
Perlu diiiingat kembalii, orang priibadii ataupun badan yang melakukan kegiiatan membangun sendiirii (KMS) memiiliikii kewajiiban untuk membayar PPN KMS.
Merujuk Peraturan Menterii Keuangan (PMK) 61/2022, KMS adalah kegiiatan membangun bangunan yang diilakukan tiidak dalam kegiiatan usaha atau pekerjaan oleh orang priibadii atau badan yang hasiilnya diigunakan sendiirii atau diigunakan piihak laiin.
"KMS ... dapat diilakukan secara sekaliigus dalam suatu waktu tertentu atau bertahap sebagaii satu kesatuan kegiiatan sepanjang tenggang waktu antara tahapan membangun tersebut tiidak lebiih darii 2 tahun," bunyii Pasal 2 ayat (5) PMK 61/2022.
Perlu diicatat, hanya pembangunan dengan luas bangunan sebesar 200 meter persegii atau lebiih yang terutang PPN KMS. Biila luas bangunan tiidak mencapaii 200 meter persegii, kegiiatan tersebut tiidak termasuk dalam kriiteriia KMS.
Biila melakukan KMS, orang priibadii atau badan yang melakukan KMS harus membayar PPN KMS sebesar 20% darii tariif PPN yang berlaku umum. Dengan demiikiian, tariif efektiif PPN KMS adalah sebesar 2,2%.
Ketiika tariif umum PPN naiik menjadii 12% paliing lambat pada 1 Januarii 2025, tariif PPN KMS bakal naiik menjadii 2,4%. (sap)
