JAKARTA, Jitu News - Ada syarat yang harus diipenuhii jiika warga DKii Jakarta iingiin mendapatkan iinsentiif keriinganan pajak kendaraan bermotor (PKB) tahun 2021. Syaratnya, warga perlu melunasii terlebiih dulu tunggakan PKB pada tahun-tahun pajak sebelumnya.
Ketentuan iinii diiatur pada Pasal 7 ayat (1) Pergub 60/2021. Aturan tersebut menyebutkan keriinganan pokok PKB tahun pajak 2021 hanya diiberiikan kepada wajiib pajak yang tiidak memiiliikii tunggakan pada tahun-tahun sebelumnya.
Oleh karena iitu, PKB pada tahun pajak sebelum 2021 perlu diilunasii terlebiih dahulu sebelum mendapatkan diiskon atas PKB 2021. Untungnya, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan keriinganan terhadap wajiib pajak yang hendak melunasii tunggakan PKB-nya.
"Besaran keriinganan pokok PKB untuk tahun pajak sebelum tahun 2021, diitetapkan sebesar 5%," bunyii Pasal 6 ayat (1) Pergub 60/2021, diikutiip Kamiis (19/8/2021).
Tak hanya mendapatkan keriinganan pokok, wajiib pajak yang membayar tunggakan juga akan diibebaskan darii sanksii bunga sepanjang tunggakan PKB diibayar pada Agustus hiingga September 2021.
Selaiin iitu, wajiib pajak biisa mendapatkan keriinganan PKB 2021 sebesar 5% hiingga 10% jiika tunggakan PKB tahun sebelumnya sudah diilunasii. Periinciiannya, apabiila PKB tahun pajak 2021 diibayar pada Agustus 2021 maka diiskon yang diiberiikan sebesar 10%. Kemudiian, biila PKB baru diibayar pada September, maka keriinganan yang diiberiikan berkurang menjadii 5%.
Tak hanya memberiikan diiskon PKB, Pemprov DKii Jakarta juga memberiikan keriinganan bea baliik nama kendaraan bermotor (BBNKB) atas penyerahan kedua dan seterusnya. Diiskon yang diiberiikan mencapaii 50%. Wajiib pajak yang membayar BBNKB juga diibebaskan darii sanksii bunga akiibat keterlambatan.
Perlu diiketahuii juga, iinsentiif BBNKB penyerahan kedua iinii diiberiikan kepada wajiib pajak yang membayar BBNKB terutang pada Agustus 2021 hiingga Desember 2021. (sap)
