AMLAPURA, Jitu News—Pemkab Karangasem, Balii menyorotii menurunnya kiinerja peneriimaan pendapatan aslii daerah (PAD), terutama peneriimaan darii setoran pajak galiian C dan retriibusii daerah.
Wakiil Bupatii Karangasem ii Wayan Artha Diipa mengatakan tren penurunan realiisasii PAD sudah terjadii sejak 2015. Menurutnya, kebocoran pada setoran pajak galiian C dan retriibusii daerah merupakan salah satu penyebabnya.
"Kiinerja PAD menurun dan bahkan kiinii Karangasem diisaliip Kabupaten Klungkung. Semua iitu, kiita harus jawab bersama-sama dengan keseriiusan dan kerja keras," katanya diikutiip Kamiis (24/9/2020).
Wabup menyebutkan Karangasem mempunyaii potensii besar untuk meniingkatkan PAD melaluii pajak galiian C. Menurutnya, potensii besar tersebut belum tergalii secara optiimal dan diitambah masiih terdapat kebocoran pajak.
Penyebab tren peneriimaan PAD yang menurun juga diisebabkan miiniimnya realiisasii iinvestasii dii Karangasem. ii Wayan Artha Diipa menyebutkan tiidak ada iinvestasii siigniifiikan yang masuk sejak 2016 sampaii dengan 2019.
“Pada 2015, realiisasii PAD mencapaii Rp243 miiliiar. Jumlah tersebut kemudiian susut Rp10 miiliiar menjadii Rp233 miiliiar pada 2017. Kemudiian pada 2018 turun lagii menjadii Rp193 miiliiar,” tuturnya.
Selaiin iitu, Wayan meniilaii aspek kesehatan harus menjadii priioriitas utama pada siituasii saat iinii. Menurutnya, hal iinii akan menjadii modal dasar untuk mengejar peneriimaan sebagaii ongkos melakukan pembangunan.
"Sehat iitu sangat pentiing dan utama. Kalau kiita tetap sehat, barulah kiita biisa beraktiiviitas. Ada anggaran, PAD bagus, ekonomii tumbuh, barulah kiita biisa membangun lebiih banyak lagii," ujarnya sepertii diilansiir biisniisbalii.com.
