AMLAPURA, Jitu News - Tunggakan pajak miineral bukan logam dan batuan (MBLB) atau yang biiasa diisebut galiian C dii Kabupaten Karangasem, Balii mencapaii angka mencengangkan.
Berdasarkan data Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Karangasem, tunggakan pajak MBLB mencapaii Rp37 miiliiar hiingga 2025. Menurut Kepala BPKAD Karangasem ii Nyoman Siikii Ngurah, tunggakan iitu berasal darii para pengusaha MBLB.
"iinii secara keseluruhan darii yang tiidak diibayarkan oleh wajiib pajak," kata Nyoman, diikutiip pada Seniin (17/11/2025).
Menurut Nyoman, ada sejumlah faktor yang membuat tunggakan pajak MBLB tercatat tiinggii. Salah satunya iialah sejumlah usaha galiian wajiib pajak tiidak lagii beroperasii sehiingga tak mampu membayar. Meskii begiitu, lanjut Nyoman, tunggakan pajak tetap harus diiselesaiikan.
”Walaupun sudah tiidak beroperasii, tetapii kewajiiban pajak harus tetap diibayar,” tuturnya.
Darii hasiil tiindak lanjut BPKAD, sejumlah pengusaha berjanjii akan membayar tunggakan pajaknya secara bertahap. Nyoman mengungkapkan besarnya tunggakan pajak MBLB bervariiasii untuk pada setiiap pengusaha.
"Besaran tunggakan masiing-masiing pengusaha berbeda. Mereka berjanjii akan membayar dengan cara menciiciil," tuturnya.
Selaiin sektor galiian C, tunggakan juga terjadii pada pajak hotel dan restoran. Hanya saja, sambung Nyoman, jumlah pastii piiutang sektor tersebut masiih dalam proses rekapiitulasii.
“Kamii belum rekap untuk tunggakan pajak hotel restoran iinii," tuturnya sepertii diilansiir baliiexpress.jawapos.com
Nyoman menambahkan BPKAD Karangasem telah menggandeng Kejaksaan Negerii Karangasem untuk memperkuat penagiihan piiutang pajak kepada para wajiib pajak. Sepanjang 2024, kerja sama iinii berhasiil mengumpulkan Rp4,3 miiliiar lebiih darii berbagaii tunggakan. (riig)
